Formula satu

Alonso Bangkitkan Harapan Ferrari

Kompas.com - 13/07/2011, 05:10 WIB

London, Selasa - Kemenangan Fernando Alonso di Sirkuit Silverstone membangkitkan harapan tim Ferrari untuk dapat menjuarai ajang F1 musim 2011. Dalam sembilan seri yang sudah digelar, tim Ferrari baru sekali menjadi juara, kalah jauh dibandingkan dengan tim Red Bull, melalui Sebastian Vettel, yang sudah enam kali menjadi juara dan tim McLaren yang dua kali juara.

Beberapa pengamat menganggap kemenangan Ferrari adalah sebuah keberuntungan karena buruknya kinerja tim Red Bull saat menangani mobil Sebastian Vettel di pit-stop kedua. Namun, ketua tim Ferrari, Stefano Domenicali, menepis anggapan itu.

”Sejujurnya, perlombaan kemarin berlangsung dengan baik. Kami sangat kuat. Tanpa kesalahan dari tim Red Bull di pit-stop, kami tetap akan menang,” kata Domenicali, Selasa (12/7), di London.

Pelarangan penggunaan mesin elektrik untuk memperlancar pembuangan gas dan mendapat tambahan daya aerodinamis juga sempat dituding memperlambat tim Red Bull sehingga memungkinkan Alonso untuk menang.

Namun, pebalap tim McLaren, Lewis Hamilton, mengatakan, pelarangan itu tidak memengaruhi laju Vettel dan rekan setimnya Mark Webber. Larangan itu juga tidak memengaruhi kecepatan Alonso di Silverstone.

Keberuntungan memang tidak tepat dituding sebagai pendukung kemenangan Alonso. Pada kenyataannya, Alonso menjadi juara di Silverstone dengan selisih waktu lebih dari 16 detik dari Vettel yang menjadi juara kedua.

Di sisi lain, Alonso juga hampir dapat melewati Vettel dan menjadi juara di Seri Monaco dan Kanada. Di Monaco, Alonso hampir melewati Vettel, tetapi perlombaan harus dihentikan karena kecelakaan beruntun.

Di Kanada, Alonso juga hampir mendahului Vettel jika tidak bersenggolan dengan Jenson Button dan perlombaan dihentikan karena hujan deras.

Dunia balap memang tidak mengenal istilah jika atau seandainya. Namun, penampilan Alonso di beberapa seri sebelumnya membuktikan, dirinya pantas juara di Silverstone.

Domenicali mengatakan, kinerja mobil mereka selalu bagus di semua kondisi, pekan lalu. Saat basah maupun kering, dengan ban lunak atau keras, mobil Ferrari tetap tampil prima.

Kondisi ini diharapkan dapat terus meningkat dan membuat Ferrari dapat meraih prestasi maksimal. Apalagi, masih ada 10 seri lagi yang akan digelar sampai Seri Brasil di bulan November.

Kewaspadaan terhadap bangkitnya Ferrari menghinggapi Vettel. Melihat betapa cepatnya Alonso di Silverstone membuat Vettel mendesak timnya merespons perubahan Ferarri.

”Balapan kemarin cukup berat dan Ferrari yang dikendarai Alonso sangat cepat. Kami menerima kekalahan ini dan membuat kami belajar untuk meningkatkan kinerja mobil,” kata Vettel, yang masih memimpin klasemen sementara dengan 204 poin, diikuti Webber (124 poin), dan Alonso (112 poin).

(Reuters/ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau