MUMBAI, KOMPAS.com — Hujan deras yang mendera kota Mumbai, India, tidak menghentikan penyelidikan oleh pihak berwenang terkait serangan bom yang mengguncang kota itu, Rabu (13/7/2011) malam.
Sejumlah tim dari Badan Investigasi Nasional (National Investigating Agency/NIA) mengumpulkan bukti-bukti forensik dari tiga lokasi ledakan.
Diberitakan sebelumnya, Mumbai diguncang tiga ledakan bom beruntun di tiga tempat, yakni di sebuah halte bus di distrik Dadar, di kawasan Zaveri Bazaar, dan di samping Opera House. Ketiganya merupakan kawasan sibuk.
Serangan itu menewaskan setidaknya 21 orang dan melukai lebih dari 100 orang lainnya.
Hasil temuan sementara menunjukkan, setidaknya ada tujuh bom rakitan digunakan dalam serangan itu. Media India, NDTV, mengutip keterangan sebuah sumber di kepolisian melaporkan, ditemukan sisa amonium nitrat di ketiga lokasi ledakan.
Menurut Kepala Menteri Wilayah Maharashtra Ashok Chavan, ada kemungkinan pelaku menggunakan semacam bom molotov karena ditemukan bekas minyak tanah di ketiga lokasi.
Namun, Chavan menyerahkan penyelidikan ke tangan kepolisian dan menunggu hasil temuan mereka.
Tim penyelidik direncanakan mengumumkan hasil penyelidikan itu pada Kamis sore waktu Mumbai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang