Penelitian

Unand Temukan 500 Bakteri Pembasmi Hama Cabai

Kompas.com - 14/07/2011, 14:57 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Tim dari Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,  Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat menemukan 500 spesies bakteri yang diperkirakan mampu membasmi busuk buah, salah satu penyakit cabai yang disebabkan jamur patogen (berbahaya). Tim yang melakukan penelitian terdiri atas beberapa dosen, tiga mahasiswa S3 yang tengah meneliti, satu orang lulusan mahasiswa S2, dan tujuh orang mahasiswa S1.

"Tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian dalam kurun waktu tiga tahun berhasil menemukan 500 isolat bakteri yang diperkirakan mampu membasmi penyakit ’anthraknosa’ (busuk buah) pada cabai ," kata Kepala Laboratorium Bioteknologi dan Pemulihan Tanaman Fakultas Pertanian Unand, Prof Dr Sc Agr Ir Jamsari Sp Mp, di Padang, Kamis (14/7/2011).

Ia mengatakan, penelitian ini merupakan program berkelanjutan dari proyek Direktorat Pendidikan Tinggi sejak 2008. Sejak 2008, tim peneliti telah menemukan sebanyak 125 di antara 500 bakteri yang diuji, dipastikan mampu membasmi penyakit busuk buah pada cabai.

"Sebelum memastikan kemampuan bakteri dalam memusnahkan jamur penyebab penyakit buah, terlebih dahulu dilakukan beberapa tahapan pengujian seperti, identifikasi bakteri, identifikasi zat aktif yang mampu menghambat pertumbuhan jamur patogen seperti Coletotricum capsici, Colletotrichum gleosporides, dan Colletotricum gleosporides serta rekayasa genetik dalam peningkatan aktivitas bakteri tersebut," jelasnya.

Isolat bakteri yang mampu membasmi penyakit busuk daun, kata Jamsari, diantaranya Bacillus, Pseudomonas, Penicillium dan banyak spesies bakteri lainnya. Ia menyebutkan, pada akhir tahun 2011 akan dilakukan tahap aplikasi ke cabai yang terkena penyakit busuk buah, yang diawali dengan tahap pelaksanaan di rumah kaca dalam bentuk skala kecil.

"Menjelang akhir tahun 2011, kita akan tetap aktif menemukan bakteri-bakteri yang teruji mampu menghambat pertumbuhan jamur patogen tersebut,"katanya.

Setelah penemuan bakteri dalam jumlah banyak dan aktif dalam menghambat pertumbuhan jamur, Fakultas Pertanian akan langsung mengaplikasikan bakteri tersebut ke sebuah produk yang dikenal Biofungisida pengganti Fungisida Sintesis yang dijual di pasaran.  

"Selambatnya, pada 2012 Biofungisida yang diaplikasikan dalam bentuk produk cair akan disebarluaskan ke pasaran," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau