Motogp

Rossi Belum Putuskan Partisipasinya di Jepang

Kompas.com - 19/07/2011, 19:02 WIB

KOMPAS.com — Pebalap Ducati, Valentino Rossi, belum memberikan keputusan secara pasti tentang peluangnya untuk ambil bagian dalam GP Jepang pada 2 Oktober mendatang. "The Doctor" untuk sementara masih menunggu dan mendengarkan hasil investigasi tim independen yang dibentuk Dorna.

Sebelumnya, Rossi termasuk pebalap yang secara gamblang menyatakan keengganannya untuk mengikuti GP Jepang, menyusul terjadinya kerusakan reaktor nuklir di Fukushima akibat bencana alam gempa bumi dan tsunami pada Maret lalu. Pasalnya, jarak Fukushima dengan Sirkuit Motegi terbilang sangat dekat.

Namun, kini sikap Rossi agak melunak. Tidak seperti dua rivalnya yang memperkuat tim Jepang, Casey Stoner (Repsol Honda) dan Jorge Lorenzo (Yamaha), yang sudah secara tegas menolak untuk pergi ke Jepang, Rossi masih menunggu hasil investigasi yang akan diumumkan pada akhir bulan ini.

"Saya tahu situasinya dan saya sangat senang bahwa Stoner dan Lorenzo begitu tegas. Bagi saya, ini adalah ide yang lebih baik untuk tidak pergi. Tetapi, saya tidak tahu apa yang terjadi dan kami harus melihat apa yang mereka katakan tentang Jepang, apakah aman atau tidak. Saya tidak ingin mengambil sebuah keputusan pasti saat ini seperti Stoner dan Lorenzo. Saya ingin menunggu," ujar Rossi.

Saat ini Dorna masih sedang melakukan investigasi, yang diharapkan selesai dalam pekan ini. Setelah itu, Dorna akan mengeluarkan pengumuman apakah kondisi di Jepang sudah aman atau belum untuk menggelar balapan di sana. Meskipun demikian, Dorna tak punya hak untuk memaksa semua tim ambil bagian karena keputusan itu ada di tangan tim-tim peserta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau