JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Juru Panggil Mahkamah Konstitusi Masyhuri Hasan membeberkan semua fakta kepada Panja Mafia Pemilu di DPR, Kamis (21/7/2011). Ia mengungkapkan bahwa kronologi kasus itu bukan bermula dari 14 Agustus 2009, melainkan sejak 9 Agustus 2009.
Pernyataan Hasan disampaikan salah satu anggota Panja, Akbar Faisal, yang mengikuti rapat tertutup Panja. Ia tidak menjelaskan secara detail pertemuan-pertemuan yang diungkap Hasan itu.
"Masyhuri Hasan menjelaskan dengan sangat bagus kronologinya. Bukan mulai tanggal 14 Agustus 2009, tetapi ada proses-proses mulai dari 9 Agustus 2009. Itu ada komunikasi antara Hasan dengan Neshawati di sebuah tempat," papar Akbar saat keluar dari rapat.
Akbar memang tak menjelaskan secara rinci, tetapi, menurut dia, Hasan menjawab dengan tenang semua yang ditanyakan anggota Panja.
Sementara itu, menurut anggota Panja lainnya, Budiman Sudjatmiko, pada 9 Agustus 2009, terjadi pertemuan antara Hasan dan Neshawati di ITC Cempaka Mas. Namun, Hasan tidak menjelaskan apa yang terjadi pada pertemuan itu. Pernyataan Hasan ini sejalan dengan pengakuan Neshawati yang sebelumnya mengaku bertemu Hasan di tempat yang sama. "Tanggal 9 Agustus, Masyhuri Hasan berkenalan dengan Neshawati di Cempaka Mas," ujar Budiman.
Pertemuan berikutnya terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2009, satu hari sebelum konsep surat palsu jawaban MK dibuat pada 14 Agustus 2009. Pertemuan itu terjadi antara Andi Nurpati, mantan Hakim Konstitusi, Arsyad Sanusi, dan Hasan, yang mengantarkan Andi ke ruangan Arsyad. "Tanggal 13 Agustus ada acara di MK. Bu Andi menghadap Arsyad di ruangannya dengan diantar Hasan. Setelah pertemuan selama 20 menit, Andi keluar dari ruangan Arsyad, dan bilang ke Hasan, besok KPU akan kirim surat ke MK," paparnya.
Pernyataan Hasan ini tentunya membalikkan fakta yang diungkapkan Andi Nurpati ataupun Arsyad Sanusi. Andi pernah menyatakan, ia memang mengenal Hasan, hanya sebagai juru panggil MK. Tak ada kedekatan khusus di antara mereka. Arsyad pun mengatakan demikian kepada Panja saat dimintai keterangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang