Pilihan tersebut dibahas dalam pertemuan di Brussels, Belgia, oleh para pemimpin Uni Eropa dan sejumlah bankir.
Langkah tersebut dianggap sebagai yang paling tepat ketimbang memberikan utang baru kepada Yunani sehingga hanya menambah utang lama yang sudah menggunung mencapai 350 miliar euro atau setara dengan 499 miliar dollar AS.
Namun, opsi default bagi Yunani dipoles dengan istilah restrukturisasi utang Yunani dengan mengubah utang lama ke dalam bentuk utang baru dengan pembayaran berjangka waktu lebih lama. Artinya, hanya ada semacam perubahan nama utang tanpa harus menambah dana talangan baru.
Istilahnya, Uni Eropa rela membiarkan Yunani menghadapi sendiri masalahnya sehingga tidak terus-menerus jadi beban yang justru terus mengirimkan sinyal buruk ke negara-negara lain di Uni Eropa. Masalahnya, krisis Yunani telah mengarah pada kekhawatiran soal utang Spanyol dan Italia.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, ”Saya berharap bahwa kami akan dapat memutuskan sebuah program baru untuk Yunani. Dengan program ini, kami ingin membersihkan masalah dari akarnya.”
Menteri Keuangan Belanda Jan Kees de Jager mengatakan, opsi gagal bayar dalam jangka pendek atau gagal bayar selektif untuk Yunani, yang sebelumnya ditentang Bank Sentral Eropa, kini dimungkinkan.
Mengomentari hal itu, Presiden Yunani Karolos Papoulias di Athena, Kamis (21/7), menyatakan, ”Saya harap Eropa bisa memahami bahwa Eropa dalam bahaya. Karena itu, saya berharap Eropa tidak menghentikan peran historisnya dengan menolong pihak terlemah di Eropa.”
Menurut sumber, Yunani akan menerima lagi dana talangan sebanyak 115 miliar euro di samping dana talangan sebesar 110 miliar euro yang sudah diterima tahun lalu. Uni Eropa tak setuju dengan opsi ini.
Sementara itu, para politisi Amerika Serikat juga tetap berupaya menghindari gagal bayar utang. Presiden Barack Obama bertemu secara terpisah dengan rekannya dari Partai Demokrat dan Republik guna menemukan kompromi. Namun, negosiasi yang terjadi pada Rabu tak menghasilkan terobosan apa pun.
Padahal, tenggat 2 Agustus sudah dekat. AS memerlukan pagu utang baru di atas 14,3 triliun dollar AS agar anggaran defisit Pemerintah AS bisa ditutupi dan beban utang jangka pendek bisa dibayar meski dengan menambah utang baru.
Juru bicara Jay Carney menyatakan, Obama kemungkinan akan menerima kesepakatan dalam jangka pendek untuk menaikkan pagu utang. Sebelumnya, Obama menolak kenaikan pagu utang berjangka pendek dengan tujuan agar ada waktu lebih lama bagi Gedung Putih untuk mengatasi persoalan utang. Masalah utang di AS dan Eropa menghantui perdagangan saham di Asia.