Sepatu roda

Pelatnas Pakai Lintasan yang Salah?

Kompas.com - 22/07/2011, 13:07 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Tim pemusatan latihan nasional (pelatnas) sepatu roda memulai persiapan menghadapi SEA Games XXVI/2011 sejak awal Mei di lintasan Taman Saparua. Namun, ternyata lintasan yang digunakan bukan seperti spesifikasi yang bakal dipakai bertanding nanti.

Ditemui di sela sesi latihan, Bayu Bimantoro, pelatih tim pelatnas, mengungkapkan bahwa pertandingan akan dilakukan pada dua lintasan, yakni 400 meter aspal dan 200 meter beton berbentuk banked track atau miring seperti halnya velodrome sepeda. Namun, yang ada di Taman Saparua adalah lintasan 200 meter dari aspal dan rata.

"Hanya ini lintasan yang tersedia. Di Semarang sebetulnya ada, tapi kondisinya kurang baik dan belum memenuhi standar internasional," katanya di sela latihan, Jumat (22/7/2011).

Komandan Pelatnas SEA Games untuk sepatu roda, Fitra Tara Mizar, mengungkapkan bahwa seharusnya lintasan yang nanti dipergunakan bertanding di GOR Jakabaring, Palembang, sudah siap. Namun, kunjungan ke Palembang tiga hari sebelumnya menghasilkan hal mencengangkan sekaligus miris.

"Ternyata baru 10 persen rampung. Di sana masih berupa tanah yang dipatok-patok," katanya.

Padahal, katanya, cabang olahraga ini dipertandingkan pada hari kedua SEA Games atau 12 November 2011. Bahkan, dua hari sebelumnya, dia menemui kontraktor proyek pembangunan untuk berkonsultasi secara teknis, misalnya jenis pelapis lintasan hingga kondisi beton.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau