Surat palsu mk

Andi Nurpati Tak Ikut Prarekonstruksi

Kompas.com - 25/07/2011, 16:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum, Andi Nurpati, tak hadir dalam prarekonstruksi kasus dugaan pemalsuan surat keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta yang digelar Bareskrim Polri. Prarekonstruksi digelar secara tertutup untuk kepentingan penyidikan.

"Andi Nurpati enggak hadir. Mungkin sibuk," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/7/2011).

Anton mengatakan, reka ulang dihadiri oleh pihak-pihak yang hadir dalam rapat pleno ketika membahas keputusan MK terkait sengketa Pemilu 2009 di wilayah Sulawesi Selatan. Mereka adalah beberapa komisioner KPU, kepala biro KPU, perwakilan MK, dan perwakilan Bawaslu.

Sementara itu, Andi selama prarekonstruksi, kata Anton, diperankan oleh orang lain. Menurut Anton, ketidakhadiran Andi tak masalah.

"Kan masih prarekonstruksi. Masih ada rekonstruksi nanti."

Prarekonstruksi digelar, kata Anton, agar penyidik memahami peran masing-masing dalam rapat pleno. "Karena dikatakan keputusan (di KPU) kolegial. Maka itu dilakukan prarekonstruksi agar penyidik paham benar," katanya.

Seperti diberitakan, selain di Kantor KPU, penyidik juga akan melakukan prarekonstruksi di stasiun televisi Jak TV. Tersangka Masyhuri Hasan, mantan juru panggil di MK, akan dilibatkan dalam reka ulang di Jak TV terkait peristiwa penyerahan surat MK kepada sopir Andi, Haryo.

Selain prarekonstruksi, penyidik akan melakukan konfrontasi berbagai pihak yang keterangannya bertentangan. Menurut Anton, konfrontasi akan digelar menjelang akhir pekan ini. Namun, dia belum mendapat informasi siapa saja yang akan dikonfrontasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau