Kompetisi dunia kerja

Bagaimana Menjadi Lulusan yang "Dicari"?

Kompas.com - 29/07/2011, 10:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kompetisi di dunia kerja semakin ketat. Gelar sarjana tak menjamin lulusan universitas bisa mendapatkan pekerjaan dengan gampang. Ketua Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Sri Gunarni mengatakan, gelar sarjana, ijazah, tak cukup untuk jadi ukuran untuk sukses mendapatkan pekerjaan. Ia berpendapat, soft skill juga penting dalam pencarian kerja. Soft skill yang dimaksud di antaranya jiwa kepemimpinan dan sikap tanggung jawab.

"Untuk itu, saat menginjakkan kaki di instansi pendidikan mana pun sangat dibutuhkan pendalaman soft skill," kata Sri di Jakarta, Kamis (28/7/2011).

Selama ini, berdasarkan analisis Kementerian Pendidikan Nasional, banyaknya lulusan universitas yang masih menjadi pengangguran karena secara kualitas mereka tidak memenuhi syarat. Akibatnya, terjadi kesenjangan antara pencari kerja dan peluang lapangan kerja.

Sri, yang juga Staf Ahli Khusus Bidang Penyelarasan Kementerian Pendidikan Nasional, mengungkapkan, kementerian saat ini tengah menggalakkan program "Penyelarasan Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja". Program ini merupakan upaya untuk menyinkronkan pendidikan nasional dengan kebutuhan kerja sehingga terjadi keselarasan dalam pelaksanaannya.

Melalui program ini, akan dilakukan kajian mengenai kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah dan akan dijadikan kerangka acuan dalam sistem pendidikan. Hal tersebut bertujuan demi mendapatkan lulusan yang siap pakai dan bisa bersaing di dunia kerja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau