Menikmati Jalur Khusus Sepeda

Kompas.com - 31/07/2011, 09:58 WIB

Oleh: Madina Nusrat

Kring... kring... kring... kring. ”Yuhuuu...,” Sumaila (8) membunyikan bel sepedanya sambil berseru kegirangan. ”Anginnya segeeerrr..,” katanya. Siswi kelas dua sekolah dasar ini menyusuri jalan beraspal khusus pengendara sepeda di area Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. ”Aduh, capek,” katanya. Senyumnya mengembang, Minggu pagi pekan lalu.

Bersama orangtuanya, Sumaila sengaja datang ke area Ecopark pukul 06.00.

Bersepeda pagi hari di area Ecopark tak hanya memperoleh udara yang sejuk dan bersih, tetapi juga pemandangan taman dan binatang yang dilepas bebas. Burung-burung pelikan berlarian meninggalkan kolam saat pengunjung mendekat.

Pengunjung bisa membawa sepeda sendiri atau menyewa di Ecopark. Halte sepeda di Pantai Karnaval adalah salah satu tempat yang menyediakan sepeda dalam jumlah banyak.

Jika masuk dari pintu utama atau melalui pintu masuk halte bus transjakarta, kita bisa juga langsung menyasar ke halte sepeda di area parkir Dunia Fantasi.

Biaya sewa sepeda Rp 10.000 per jam, mulai jam kedua menyewa. Pada satu jam pertama, sepeda digratiskan dari biaya sewa. Tolong diingat, hari Sabtu dan Minggu, jangan berniat menyewa setelah pukul 08.00 sebab 700 sepeda di sana sudah habis disewa.

Bagi kalangan eksekutif yang menginginkan sepeda dengan kualitas lebih baik bisa menyewa sepeda di area Ecopark seharga Rp 50.000 per jam. Selain dapat menyewa sepeda, penyewa sepeda di Ecopark juga diberikan layanan tempat menyimpan barang dan kamar mandi untuk bilas setelah olahraga sepeda.

Bagi yang menyukai trek panjang bisa menjajal jalur sepeda di area Taman Impian Jaya Ancol. Rutenya bisa dimulai dari Pantai Karnaval menuju Dermaga Marina, kemudian balik lagi, dengan jarak bisa mencapai 9,8 kilometer. Jika sepeda dipacu dengan kecepatan 20 kilometer per jam, perjalanan sepanjang itu memakan waktu sekitar 30 menit; tetapi jika santai, memakan waktu satu jam.

Jalur pipa gas

Ingin bersepeda di jalur yang lebih menantang bisa menjajal jalur off-road yang sudah dikenal penggemar sepeda, antara lain di jalur pipa gas (JPG) di Belakang Kepolisian Sektor Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Jalur sepeda sepanjang 6,5 kilometer ini selalu ramai didatangi masyarakat dari berbagai komunitas sepeda, terutama pada akhir pekan.

Sebenarnya trek sepeda di JPG membutuhkan keahlian yang mumpuni dalam bersepeda. Jalur yang dilalui hampir 70 persen berupa jalan setapak dan naik turun. Meski demikian, bagi sebagian pesepeda yang masih relatif baru bisa melewati jalur wisata JPG.

Namun, adakalanya, sebagian pesepeda masih saja ada yang suka memaksakan diri masuk ke jalur teknikal karena gengsi dan atau dipanas-panasi sesama temannya. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan. Bagi pesepeda yang belum biasa bersepeda ke JPG, memaksakan diri masuk ke jalur maut di JPG yang mirip roller coaster bisa berakibat fatal.

Karena itu, sebagian pengurus JPG yang peduli dengan faktor keselamatan senantiasa membimbing pesepeda yang baru mencoba trek JPG. Bersepeda di jalur off-road, seperti di JPG, tidak hanya dibutuhkan stamina yang kuat, tetapi juga teknik yang memadai.

TMII

Sarana bersepeda santai bersama keluarga atau kawan-kawan remaja juga disediakan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pemilik usaha penyewaan sepedanya adalah Sudianto. Ia menyewakan 25 sepeda tandem dua jok (Rp 20.000 per jam), 25 sepeda tandem tiga jok (Rp 30.000 per jam), 40 sepeda biasa (Rp 10.000 per jam), 20 sepeda kereta untuk dua penumpang (Rp 20.000 per jam), dan 20 sepeda untuk empat penumpang (Rp 40.000 per jam).

”Penyewa keluarga biasanya memilih sepeda kereta,” ucapnya, Jumat (15/7) sore. Setiap hari libur usahanya buka pukul 06.00. Namun, setengah jam sebelumnya, terjadi antrean panjang. ”Tapi, kalau bulan puasa atau hari hujan, sepi. Usaha pun baru buka pukul 07.00,” tuturnya. Sudianto mulai membuka usahanya sejak dua tahun lalu. (GUN/WIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau