Bulu tangkis

PB PBSI Beri Kesempatan kepada Sony

Kompas.com - 03/08/2011, 04:57 WIB

Jakarta, Kompas - Pengurus Besar PBSI masih memberikan kesempatan kepada pemain tunggal putra Sony Dwi Kuncoro untuk kembali menunjukkan performa terbaiknya. Karena itu, Sony masih dimasukkan ke daftar pemain yang akan diturunkan pada ajang SEA Games bulan November mendatang.

”Kami masih ingin melihat perkembangan kesehatan, stamina, dan penampilannya secara keseluruhan. Ya, dia juga masih kami daftarkan di SEA Games bersama Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka, dan Taufik Hidayat. Mudah-mudahan dia bisa menunjukkan kemajuan,” kata Sekjen PBSI Yacob Rusdianto di Jakarta, Selasa (2/8).

Yacob menambahkan, masa depan Sony sepenuhnya bergantung pada pemain itu sendiri. PBSI, kata Yacob, juga sudah mendorong setiap pemain di pelatnas untuk bisa menunjukkan performa terbaiknya.

Sony mengalami penurunan prestasi sejak menjuarai turnamen Super Series Singapura Terbuka tahun lalu. Cedera pinggang dan punggung diklaim sebagai faktor utama penyebab merosotnya permainan pemain berusia 27 tahun ini.

Terakhir, Sony secara menyakitkan kandas di babak kualifikasi turnamen Premier Super Series Indonesia Open 2011 pada akhir Juni lalu.

Ketika itu, Sony mengatakan cederanya sudah mulai pulih kendati permainannya masih belum mencapai performa terbaiknya. Sony juga menyatakan masih belum mau menyerah dan bertekad tampil di Olimpiade 2012 di London.

Pelatih kepala sektor tunggal, Li Mao, juga menyebut Sony masih punya potensi untuk bangkit. Pelatih asal China itu menilai, jika Sony bisa memulihkan kondisi fisiknya, bukan mustahil dia bisa bangkit.

Dua tahun lalu, Sony juga menjadi tulang punggung tim ”Merah Putih” pada SEA Games XXV yang diselenggarakan di Laos. Ketika itu, Sony menyumbang medali perak setelah di partai final dikalahkan rekannya di pelatnas Cipayung, Simon Santoso. Tahun lalu, Sony juga tampil di Asian Games, tetapi kandas di babak awal.

20 pemain

Untuk SEA Games mendatang, PBSI akan mendaftarkan 20 pemain atau kuota maksimal yang telah ditentukan. Dua puluh pemain itu terdiri dari 10 pemain putra dan 10 pemain putri. Menurut Yacob, kepastian nama-nama pemain baru akan diumumkan seusai kejuaraan dunia yang berlangsung di London pada 8-14 Agustus 2011.

”Sebagian besar pemain yang dipilih adalah mereka yang tampil di kejuaraan dunia. Kami akan menurunkan semua pemain terbaik yang kita punya, baik di pelatnas maupun yang ada di luar pelatnas,” kata Yacob.

Dengan materi pemain seperti itu, PBSI menargetkan meraih empat medali emas. Cabang olahraga bulu tangkis menyediakan tujuh medali emas.

Peluang PBSI mencapai target cukup besar karena pesaing utama Indonesia, yakni Malaysia, sudah memutuskan tidak menurunkan Lee Chong Wei dan pasangan Koo Kean Kiet/Tan Boon Heong. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau