Pasukan perdamaian

Jenderal Spanyol Kunjungi TNI di Lebanon

Kompas.com - 06/08/2011, 22:43 WIB

AL ADEISSE, KOMPAS.com - Brigadir Jenderal Fernando Gutierrez  Diaz De Otazu calon komandan sektor timur UNIFIL (Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon) mengunjungi wilayah pengamanan TNI di Sensitive Area Blue Line yang merupakan perbatasan Lebanon - Israel, Jumat sore (5/8/2011) waktu Lebanon.

Dalam edaran pers Mabes TNI, disebutkan penugasan Pasukan Penjaga Perdamaian dari beberapa negara di Lebanon memiliki durasi berbeda. Kontingen Indonesia (Indonesia Battalion-Indobatt) bertugas sebagai peacekeepers selama 1 tahun, Malaysia 9 bulan, Nepal 6 bulan dan Spanyol 4 bulan.            

Bagi Kontingen Spanyol, sebelum mengakhiri masa tugasnya di Lebanon,  para pejabat yang akan menggantikan tugas dari kontingen sebelumnya selalu berkesempatan mengunjungi daerah penugasan di Lebanon Selatan, termasuk di dalamnya calon Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigjen General Fernando Gutierrez Diaz De Otazu.            

Sebelum berkunjung ke Area Operasi Indobatt, Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Indobatt Mayor Inf Hendriawan Senjaya  memaparkan situasi terkini Indobatt kepada Jenderal Fernando dan pejabat lainnya di ruang rapat Sektor Timur UNIFIL.

Materi yang dipaparkan diantaranya, tugas pokok Indobatt, organisasi, deployment and strength, activity/daily task dan sensitive area.  Selanjutnya rombongan melakukan kunjungan ke area operasi Indobatt yaitu di daerah sensitive area blue line yang merupakan area tanggungjawab Kompi Alpha.            

Sekitar jam 17.50 waktu setempat, rombongan tiba di blue line dan disambut Komandan Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa didampingi  Komandan Kompi (Danki) Alpha Kapten Inf Sigit Purwoko serta Komandan Peleton (Danton) 1 Kompi Alpha Kapten Inf Indar Irawan.  

Danki Alpha  memaparkan tentang situasi terkini di sepanjang sensitive area blue line yang menjadi tanggung jawab Kompi Alpha kepada  Brigjen Fernando dan pejabat lainnya. Selesai paparan, dilanjutkan meninjau pos-pos Indobatt yang berada di sepanjang sensitive area blue line, yaitu Pos Panorama, Flag Point dan TP-37.            

Daerah tersebut merupakan kawasan sensitif yang semasa konflik menjadi ajang saling serang antara Israel Defense Forces (IDF) dengan milisi Hisbullah dukungan Iran. Kelompok lain seperti South Lebanese Army sempat terlibat dalam konflik di kawasan tersebut. Lebanon merupakan negara bekas protektorat Perancis yang memiliki keberagaman agama. Ada belasan agama dianut warga Lebanon. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau