Airin Rachmi Diany: "Me Time" Bareng Keluarga

Kompas.com - 08/08/2011, 10:54 WIB

KOMPAS.com - Menyeimbangkan peran publik dan domestik menjadi tantangan bagi banyak perempuan aktif. Waktu untuk diri sendiri bahkan seringkali terabaikan demi menyeimbangkan banyak peran. Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany juga mengalami hal serupa.

Kepada Kompas Female, Airin berbagi caranya menyeimbangkan peran, sebagai pejabat publik yang tak lepas dari sorotan, juga sebagai ibu, istri, dan diri sendiri.

Quality time
Jika kuantitas waktu tak lagi bisa didapatkan, satu-satunya cara menjaga keharmonisan keluarga adalah meningkatkan kualitas waktu. Airin berkomitmen menjalani perannya sebagai ibu di rumah. Peran ibu di rumah berhasil dijalankannya, seiring dengan perannya sebagai ibu bagi warga Tangerang Selatan selama 100 hari kepemimpinannya bersama Benyamin Davnie.

Komunikasi dan perhatian menjadi kunci keharmonisan Airin dengan kedua anaknya, Ghifari Wardana (13) dan Ghefira Wardana (6). Toleransi, pembagian tugas,  komitmen untuk saling mendukung menjadi resep keharmonisan Airin dengan suaminya yang adalah seorang pengusaha.

Untuk memastikan hubungan dalam keluarga tetap terjaga keharmonisannya, Airin  menyebutkan kiatnya, "Disiplin menggunakan waktu dan membuat skala prioritas dalam setiap aktivitas," jelasnya saat bincang-bincang bersama Harian Kompas dan Kompas.com di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sejumlah cara dipilih mantan Puteri Indonesia Daerah Jawa Barat 1996 ini untuk meningkatkan quality time bersama keluarga. Seperti bersepeda, yang juga merupakan olahraga favorit Airin, menonton film bersama keluarga, dan menyertakan anak-anak dalam sejumlah kegiatan yang memungkinkan membawa keluarga.

Meski tak menikmati waktu sendirian, kegiatan yang dilakukan bersama dengan anak dan suami, dinikimati sebagai "me time" bagi Airin.

Komunikasi dan perhatian
Waktu sempit bukan menjadi alasan minimnya komunikasi dan perhatian yang didapatkan anak dari orangtuanya. Inilah yang dibuktikan Airin dalam keluarganya. Meski sibuk, Airin masih menjalankan perannya sebagai orangtua murid.

"Saya adalah orangtua bagi anak-anak saya di sekolah. Jadi saya masih berhubungan dengan sekolah anak-anak sebagai orangtua. Meski kadang saat pengambilan rapor atau acara lain di sekolah saya tak hadir, saya sempatkan datang ke sekolah untuk mengevaluasi anak-anak di sekolah," jelasnya.

Komunikasi yang instens dengan anak-anak juga menjadi cara Airin memberikan perhatian. Alhasil, anak-anak selalu merasa dekat dengan orangtua, terutama ibu yang sibuk bekerja.

"Anak pertama saya sudah remaja. Agak sulit memberikan perhatian kepada remaja,  karena dia sudah mulai menolak jika saya cium dan peluk di depan umum. Namun jika di rumah, dia masih mau dicium dan dipeluk sebagai ungkapan sayang. Setiap mau berangkat sekolah, saya peluk anak-anak, saya bacakan doa, selain juga saya mengutarakan harapan sekaligus mengingatkan anak mengenai berbagai hal yang bisa merusak dirinya, seperti narkoba," tutur Airin mengungkapkan caranya berkomunikasi dengan kedua anaknya.

Ke salon di luar jam kerja
Sebagai pejabat publik, Airin berhati-hati menjaga perilakunya. Bagaimana pun, sosok pemimpin merupakan role model bagi masyarakat. Sebagai perempuan, Airin mengaku juga menyenangi perawatan tubuh dan kecantikan di salon. Ada waktu khusus yang disediakannya untuk menjalani perawatan, dengan syarat tidak sedang bekerja atau bertugas, dan bukan di hari kerja.

"Saya ke salon untuk spa dan creambath hanya saat akhir pekan dan tidak pada jam kerja. Kalau saya ke mal untuk ke salon pada hari kerja atau jam kerja, saya tidak memberikan contoh baik kepada pegawai negeri yang dilarang ke mal pada jam kerja untuk tujuan pribadi," jelasnya.

Meski sibuk, Airin selalu menyempatkan merawat tubuh juga kebugaran. Selain bersepeda, treadmill di rumah, Airin juga rutin merawat diri ke salon untuk spa. Rutinitas ini dilakukannya seminggiu sekali. "Siapa lagi yang sayang dengan tubuh kalau bukan diri sendiri. Perawatan tubuh dan kesehatan penting dijaga, dan harus diri sendiri yang memerhatikannya," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau