Buronan Lain Mestinya Bisa Ditangkap

Kompas.com - 09/08/2011, 19:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengapresiasi kinerja pemerintah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan aparat kepolisian karena keberhasilannya menangkap mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin yang sudah melarikan diri ke luar negeri lebih dari dua bulan. Priyo berharap prestasi ini bisa diulang oleh KPK dan pemerintah untuk buronan lainnya.

"Saya enggak mau sebut nama lho. Bukan optimistis. Tapi saya akan apresiasi kalau itu lanjut dengan prestasi lainnya, yaitu untuk menangkap buronan lain," ungkapnya di Gedung DPR RI, Selasa (9/8/2011).

Politisi Golkar ini mencatat penangkapan Nazaruddin sebagai prestasi baru aparat penegak hukum. Priyo mengaku bangga karena KPK mampu membuktikan konsistensinya meski tengah didera kabar tidak sedap dan kepercayaan yang menurun dari publik.

Rasa bangga juga disampaikannya kepada kepolisian karena akhirnya peningkatkan postur kepolisian melalui berbagai dana fasilitas tak sia-sia. "Saya harap ini langkah baik untuk mengungkap semua yang ada. Setelah itu, kita tunggu saja, apakah akan dilanjutkan dengan prestasi lain untuk buron-buron yang lain," katanya.

Setidaknya ada 43 tersangka yang menjadi target buronan oleh KPK dan Interpol, sebut saja tersangka kasus korupsi terkait pemilihan deputi Gubernur BI Nunun Nurbaeti, tersangka kasus dugaan suap pengadaan sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan Anggoro Widjojo, tersangka kasus korupsi BLBI Bank BDNI Sjamsul Nursalim, serta tersangka kasus Bank Century Hesyam Al Waraq.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau