Depok Kawasan Rawan

Kompas.com - 10/08/2011, 04:05 WIB

Depok, Kompas - Aksi perampokan pada bulan puasa kembali marak, khususnya di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Pada Senin (8/8), komplotan perampok kembali menyasar rumah pada siang hari di Cimanggis. Dalam aksinya, komplotan ini tidak hanya mengambil barang, tetapi juga melukai dan membekap dua pembantu di ruang tamu.

Perampokan itu terjadi di rumah di Jalan Kedondong, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Korban yang bernama Mimi (52) menderita luka pukul benda keras di bagian kepala. Sampai saat ini korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Tugu Ibu, Cimanggis, Depok.

”Peristiwa ini tidak bisa dianggap remeh. Warga harus meningkatkan kewaspadaan saat jam kerja. Pelaku kejahatan sering memanfaatkan waktu ini,” tutur Kepala Unit Reserse Kriminal Polres Cimanggis Ajun Komisaris Narta, Selasa (9/8).

Polisi yang mengidentifikasi lokasi kejadian, Selasa siang, menemukan beberapa barang yang hilang, antara lain komputer jinjing dan beragam surat berharga milik korban.

Pada akhir Juli, juga terjadi perampokan di rumah seorang perwira TNI AL di Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos. Modusnya dilakukan saat pemilik rumah bekerja. Pelaku mengelabui pembantu dengan berpura-pura memasang TV kabel di rumah korban. Total kerugian sekitar Rp 200 juta.

Pada Juni lalu, modus serupa terjadi di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis. Modusnya, pelaku berpura-pura berprofesi sebagai tukang karpet. Modus ini berkali-kali berhasil mengecoh warga.

Daerah rawan

Data daerah rawan di Kepolisian Resor Depok menunjukkan, wilayah hukum Polsek Cimanggis merupakan salah satu daerah paling rawan di Kota Depok selain Beji. Ciri khas kejahatan di wilayah ini adalah tingginya angkat pencurian, khususnya pencurian kendaraan bermotor. Daerah paling rawan di wilayah hukum Cimanggis berada di Kelurahan Tugu karena kawasan kampus, permukiman padat, serta markas kepolisian dan tentara.

Peristiwa menonjol yang baru terjadi di Kelurahan Tugu adalah perampokan kendaraan bermotor di Jalan RTM. Dua perampok menodongkan pistol ke muka Feri (36), pemilik bengkel alat fitnes, Kamis (4/8) pukul 11.30. Karena keselamatannya terancam, Feri tidak berdaya, hanya menuruti perintah perampok.

Dalam sebulan terakhir ada empat pencurian di Jalan RTM. Pada minggu pertama Juli, sepeda motor warga dicuri di depan toko makanan ayam. Minggu kedua, di jalan yang sama, pencurian terjadi di tempat pencucian sepeda motor. Kasus berikutnya terjadi di depan warung buah Jalan RTM pada minggu ketiga.

Antisipasi kejahatan

Sementara itu, Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota Tangerang meningkatkan pengamanan di kawasan perekonomian di seluruh wilayah kerjanya. Untuk itu, 1.400 personel diperbantukan di perbankan, pasar, dan pusat perbelanjaan serta pusat kegiatan masyarakat.

”Jika ada yang membutuhkan pengamanan dari polisi, anggota kami siap mem-back up. Kami juga telah melakukan patroli setiap hari selama 24 jam,” kata Kepala Polrestro Tangerang Kota Komisaris Besar Tavip Yulianto.

Di Kota Bekasi justru terjadi penurunan tren kejahatan. Polres Kota Bekasi Kota mendata 31 terjadi peristiwa kejahatan dengan kekerasan periode Januari-Agustus 2011. Jumlah itu turun dibandingkan dengan periode Januari-Agustus 2010 yang mencapai 45 kasus.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bekasi Kota Komisaris Dedy Murti Haryadi, Selasa (9/8), kejahatan dengan kekerasan, misalnya perampokan, penjambretan, perampasan, penganiayaan, dan pembunuhan dengan korban terluka hingga terbunuh.

”Jumlah menurun, tetapi kualitas tetap sama atau cenderung naik,” kata Dedy. (ndy/pin/bro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau