Perampokan itu terjadi di rumah di Jalan Kedondong, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Korban yang bernama Mimi (52) menderita luka pukul benda keras di bagian kepala. Sampai saat ini korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Tugu Ibu, Cimanggis, Depok.
”Peristiwa ini tidak bisa dianggap remeh. Warga harus meningkatkan kewaspadaan saat jam kerja. Pelaku kejahatan sering memanfaatkan waktu ini,” tutur Kepala Unit Reserse Kriminal Polres Cimanggis Ajun Komisaris Narta, Selasa (9/8).
Polisi yang mengidentifikasi lokasi kejadian, Selasa siang, menemukan beberapa barang yang hilang, antara lain komputer jinjing dan beragam surat berharga milik korban.
Pada akhir Juli, juga terjadi perampokan di rumah seorang perwira TNI AL di Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos. Modusnya dilakukan saat pemilik rumah bekerja. Pelaku mengelabui pembantu dengan berpura-pura memasang TV kabel di rumah korban. Total kerugian sekitar Rp 200 juta.
Pada Juni lalu, modus serupa terjadi di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis. Modusnya, pelaku berpura-pura berprofesi sebagai tukang karpet. Modus ini berkali-kali berhasil mengecoh warga.
Data daerah rawan di Kepolisian Resor Depok menunjukkan, wilayah hukum Polsek Cimanggis merupakan salah satu daerah paling rawan di Kota Depok selain Beji. Ciri khas kejahatan di wilayah ini adalah tingginya angkat pencurian, khususnya pencurian kendaraan bermotor. Daerah paling rawan di wilayah hukum Cimanggis berada di Kelurahan Tugu karena kawasan kampus, permukiman padat,
Peristiwa menonjol yang baru terjadi di Kelurahan Tugu adalah perampokan kendaraan bermotor di Jalan RTM. Dua perampok menodongkan pistol ke muka Feri (36), pemilik bengkel alat fitnes, Kamis (4/8) pukul 11.30. Karena keselamatannya terancam, Feri tidak berdaya, hanya menuruti perintah perampok.
Dalam sebulan terakhir ada empat pencurian di Jalan RTM. Pada minggu pertama Juli, sepeda motor warga dicuri di depan toko makanan ayam. Minggu kedua, di jalan yang sama, pencurian terjadi di tempat pencucian sepeda motor. Kasus berikutnya terjadi di depan warung buah Jalan RTM pada minggu ketiga.
Sementara itu, Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota Tangerang meningkatkan pengamanan di kawasan perekonomian di seluruh wilayah kerjanya. Untuk itu, 1.400 personel diperbantukan di perbankan, pasar, dan pusat perbelanjaan serta pusat kegiatan masyarakat.
”Jika ada yang membutuhkan pengamanan dari polisi, anggota kami siap mem-back up. Kami juga telah melakukan patroli
Di Kota Bekasi justru terjadi penurunan tren kejahatan. Polres Kota Bekasi Kota mendata 31 terjadi peristiwa kejahatan dengan kekerasan periode Januari-Agustus 2011. Jumlah itu turun dibandingkan dengan periode Januari-Agustus 2010 yang mencapai 45 kasus.
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bekasi Kota Komisaris Dedy Murti Haryadi, Selasa (9/8), kejahatan dengan kekerasan, misalnya perampokan, penjambretan, perampasan, penganiayaan, dan pembunuhan dengan korban terluka hingga terbunuh.
”Jumlah menurun, tetapi kualitas tetap sama atau cenderung naik,” kata Dedy.