Pra-piala dunia 2014

Indonesia Vs Palestina Sebelum ke Jordania

Kompas.com - 10/08/2011, 04:24 WIB

Jakarta, Kompas - Setelah bersepakat dengan federasi sepak bola Jordania untuk menggelar uji coba pada 27 Agustus di Amman, PSSI juga memastikan tim Palestina akan datang ke Indonesia untuk beruji coba pada 24 Agustus.

Namun, PSSI masih berusaha mengatur ulang jadwal uji coba dengan Palestina karena dinilai terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan tim Indonesia ke Jordania.

”Palestina menyatakan siap bertanding di Indonesia. Namun, mereka mengajukan pertandingan tersebut digelar pada tanggal 24 Agustus,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Tri Goestoro dalam pernyataan pers, Selasa (9/8).

Tri masih berkomunikasi dengan federasi sepak bola Palestina untuk memajukan jadwal uji coba pada 22 Agustus. ”Kita sudah mengirimkan surat resmi kepada federasi sepak bola Palestina terkait perubahan jadwal pertandingan ini. Selain itu, malam nanti (Selasa malam), saya juga akan bertemu langsung dengan Dubes Palestina untuk Indonesia. Dalam pertemuan itu juga akan kita sampaikan permintaan untuk memajukan jadwal pertandingan,” papar Tri.

Laga uji coba Indonesia melawan Jordania belum masuk dalam daftar agenda di situs FIFA. Jadwal laga persahabatan Jordania adalah menjamu Tunisia pada 22 Agustus dan tandang ke Qatar di Al Ain pada 25 Agustus. Jika laga melawan Indonesia pada 27 Agustus jadi digelar, Jordania menjalani laga yang padat.

Antusias

Tri melanjutkan, pertandingan uji coba Indonesia melawan Palestina didukung penuh Pemerintah Palestina. Mereka sangat antusias untuk bisa bermain di Indonesia yang memiliki kedekatan emosional dengan Palestina secara kemanusiaan.

”Bagi mereka, jika uji coba ini bisa terlaksana merupakan sebuah peristiwa yang besar. Kita pun patut memberikan apresiasi atas hal itu,” ungkap Tri.

Terkait dengan tempat pertandingan, PSSI belum memutuskan stadion mana yang akan digunakan. Namun, PSSI memiliki dua alternatif, yaitu Solo atau Bandung. Tim nasional belum bisa menggunakan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) karena masih dalam tahap penggantian rumput. Stadion GBK baru bisa dipakai pada awal September.

Uji coba melawan tim-tim dari Timur Tengah sesuai dengan keinginan pelatih kepala Indonesia, Wim Rijsbergen. Pelatih asal Belanda itu ingin para pemain Indonesia merasakan bertanding dengan tim-tim yang karakternya mirip dengan lawan di Grup E kualifikasi putaran ketiga Piala Dunia 2014. Indonesia satu grup dengan Iran, Qatar, dan Bahrain.

Cedera pemain

Dari lokasi pemusatan latihan di Cilegon, Banten, cedera menghantui tim nasional senior. Dua pemain bertahan, yakni Ricardo Salampessy dan Zulkifli Syukur, pada Selasa petang tidak bisa penuh berlatih karena cedera.

”Ricardo cedera hamstring sejak kemarin. Tidak parah, paling seminggu bisa pulih. Jadi untuk sementara belum bisa ikut latihan rutin. Sedangkan Zulkifli tadi mengalami benturan sehingga memar di bagian betis,” kata fisioterapis tim, Matias Ibo.

Penuturan Matias, pelatihan di hari-hari awal ini terus diarahkan untuk meningkatkan kondisi dan permainan pemain dengan target lebih bagus dibandingkan dengan saat melawan Turkmenistan. Hingga saat ini belum ada gambaran tim inti. ”Saat ini, 30 pemain yang di sini semua inti, tergantung nanti pelatih memilih siapa,” kata Matias.

Media officer tim nasional senior, Dessy Cristina, menyatakan, bek tengah Gunawan Dwi Cahyo mengalami demam akibat gejala tifus. (CAS/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau