Ktp elektronik

Jerman Bantu Sistem KTP di Lamongan

Kompas.com - 10/08/2011, 21:01 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com - Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit membantu pembenahan sistem administrasi kependudukan di Lamongan. Sejak Juli lalu, tim dari lembaga Jerman untuk kerja sama internasional tersebut memberikan bantuan terkait pelaksanaan program Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, dan penggunaan Kartu Tanda Penduduk atau e-KTP.

Team leader Deutsche Gesellschaft Interntinale Zusammenarbeit (GIZ) di Lamongan, Jayadi, Rabu (10/8/2011) mengungkapkan Lamongan menjadi satu di antara delapan kabupaten kota di Jawa Timur mendapat asistensi dari GIZ. Daerah lain diantaranya, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kediri, Madiun dan Pacitan. Di seluruh Indonesia ada 35 daerah yang bekerjasama dengan GIZ.

Sejak Juli lalu GIZ di Lamongan telah memberikan pelatihan dan penyusunan standard operating procedures (SOP) termasuk nantinya membantu mendisain ulang ruang administrasi pelayanan kependudukan beserta isinya. "Ini adalah fase terakhir kerja sama kami dengan Depdagri untuk mendukung administrasi kependudukan. Jerman dipilih karena negara ini telah lebih dulu menerapkan penggunaan e KTP. Itupun dengan persiapan yang lebih lama dari Indonesia, yakni 10 tahun," katanya.

Pemberlakuan e-KTP selain ditujukan untuk meningkatkan efektifitas pelayanan publik dan demi keamanan Negara termasuk mencegah adanya daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak akurat, mencegah dokumen kependudukan palsu, serta mencegah manipulasi data kependudukan lainnya

Jayadi menyebut tantangan terbesar pemberlakuan e KTP bukanlah pada tahap persiapannya, tetapi justru pada memelihara basis data yang sudah ada. "Jika database tidak diperbarui secara reguler, data itu hanya akan menjadi sampah yang bisa menyebabkan, kebijakan yang akan dibuat eksekutif maupun legislatif tidak akan tepat sasaran. e KTP penting, namun lebih penting lagi adalah pengembangan kapasitas staf kependudukan," paparnya.

Bupati Lamongan, Fadeli menyebutkan, meski Lamongan tidak diantara 197 kabupaten/kota di Indonesia yang akan melaksanakan e-KTP tahun ini, namun dia optimistis pelaksanaannya bisa lebih maksimal karena justru waktu persiapannya lebih lama. Lamongan akan menerapkan e-KTP pada 2012 bersama 300 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

"e-KTP ini adalah hal baru. Permasalahan harus diminimalkan saat proses pendataan melalui format sistem sistem administrasi adminsitrasi kependudukan. Dengan pelatihan dan bantuan dari GIZ selama ini untuk pelaksanaan admini strasi kependudukan di Lamongan diharapkan pelaksanaan e KTP di Lamongan lebih baik," ujar Fadeli. 

 

 

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau