Century Jadi Pintu Masuk Pemakzulan?

Kompas.com - 10/08/2011, 22:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Skandal pemberian dana talangan terhadap Bank Century dinilai masih lama jika hendak dijadikan pintu masuk untuk memakzulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Penyelesaian skandal Bank Century masih berjalan di dua ranah, politik dan hukum, yang masing-masing belum sampai pada keputusan final. Meski Dewan Perwakilan Rakyat secara politik telah menyatakan ada penyimpangan dalam pemberian dana talangan Bank Century, tetapi nyatanya hingga kini proses politik tersebut belum mampu mengungkap praktik penyimpangan yang terjadi di kalangan pemerintah saat itu.

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, dengan demikian skandal Bank Century masih dalam proses politik. Namun demikian, menurut Mahfud, secara politik DPR masih bisa meneruskan prosesnya menjadi hak menyatakan pendapat.

Akan tetapi itu pun menurut Mahfud tidak akan mudah bagi DPR untuk pada akhirnya menggunakan hak menyatakan pendapat dalam skandal Bank Century.

"Itu masih dalam proses politik. Artinya hukum dalam arti hukum pidana sedang berjalan, sekarang di DPR sedang ancang-ancang kemungkinan proses politik dalam bentuk menyatakan pendapat, dan itu lama. Karena perlu kuorum dua pertiga anggota DPR. Taruhlah Partai Demokrat, bersama PAN dan PKB misalnya menyatakan tidak hadir dalam forum itu, proses politik harus mandek atas nama konstitusi. Kalau proses mau menyatakan pendapat bahwa presiden tidak lagi melaksanakan tugas dengan baik, kan perlu kuorum begitu," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, MK tetap pasif dalam proses politik terkait upaya pemakzulan presiden. Hal ini mengingat prosesnya belum sampai masuk ke ranah hukum tata negara.

"Itulah sebabnya, MK pasif karena belum masuk ke proses hukum tata negara. Soal Centuy itu kan berada di dua jalur, satu jalur hukum pidana yang ditangani KPK, yang kedua kemungkinan politik karena orang sudah mulai bicara soal hak menyatakan pendapat. Dan hak menyatakan pendapat ini perlu kuorum dan lama, sehingga MK sekarang merasa tidak perlu melakukan penilaian dan persiapan khusus terhadap situasi yang bekerja sekarang. Dari sudut konstitusi masih jauh," katanya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau