Empat Alasan Fergie Harus Beli Sneijder

Kompas.com - 11/08/2011, 06:29 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com — Pada bursa transfer musim panas ini, salah satu yang ramai diperbincangkan adalah soal transfer gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder, ke Manchester United. Kenapa MU ngotot mengejar Sneijder? Seorang kolumnis Inggris mencoba mengulik alasannya.

Baik Inter maupun MU awalnya seperti malu-malu kucing soal dinamika isu transfer itu. Inter sempat menyatakan tak akan menjual Sneijder. Sneijder pun tak ingin hengkang. Sementara Sir Alex Ferguson beberapa kali membantah mengincar Sneijder yang disebut-sebut banyak orang sebagai pengganti ideal bagi Paul Scholes.

Namun, kondisi berubah 180 derajat jelang bursa transfer ditutup pada 31 Agustus mendatang. Sneijder secara blak-blakan menyatakan lebih tertarik bergabung dengan "Setan Merah" daripada Manchester City yang juga tertarik memboyong gelandang asal Belanda itu.   

Kontan saja pernyataan Sneijder disambut positif oleh para penggawa "Setan Merah". Ashley Young, misalnya, menilai Sneijder merupakan pemain hebat dan pantas berada di Old Trafford.

Kolumnis media online Bleacher Report, Yoosof Farah, memiliki empat alasan mengapa Ferguson harus memboyong Sneijder. Bahkan, Farah berpendapat, hadirnya Sneijder bisa membuat MU selevel dengan Barcelona. 

Berikut ini keempat alasan tersebut.

1. Gol dan assits

Musim lalu di Serie-A, Sneijder mencetak empat gol dan lima assist dalam 25 pertandingan. Artinya, dalam setiap lima pertandingan, rata-rata dia mampu membidani terciptanya hampir dua gol.

Itu melebihi kotribusi yang diberikan oleh gelandang MU pada musim lalu. Padahal, ia tampil lebih sedikit daripada Michael Carrick dan Darren Fletcher.

Dia mencetak lebih banyak gol daripada gelandang MU. Ia juga membuat assist lebih  banyak daripada para gelandang MU, kecuali Fletcher. Pada Premier League musim lalu, total Fletcher mencetak enam assist.

Dalam kariernya, total Sneijder telah mencetak 84 gol dari 326 pertandingan. Artinya, dalam setiap empat pertandingan, dia mencetak satu gol. Lagi-lagi, hal itu membuat Sneijder lebih baik daripada gelandang utama MU.

Oleh karena itu, jelas hadirnya playmaker asal Belanda itu akan meningkatkan jumlah gol yang tercipta dari lini tengah.

2. Pengumpan sukses

Bersama Inter pada musim lalu, Sneijder membuat umpan 60,1 per pertandingan dengan tingkat umpan terukur 85 persen. Ini membuat dia menjadi pengumpan terbaik kedua pada Serie-A.

Statistik tersebut juga membuat dia mengalahkan pengumpan terbaik pada Premier League, seperti Luka Modric (Tottenham Hotspur) yang hanya mampu membuat 58,22 persen umpan terukur per pertandingan.

Umpan terukur yang diciptakan Sneijder bahkan mengalahkan gelandang MU, yakni Carrick, Fletcher, dan Anderson, yang rata-rata 72 persen atau lebih rendah.

Statistik Sneijder juga mengalahkan Paul Scholes yang musim lalu memiliki umpan terukur sebanyak 81,3 persen. Wajar jika "Setan Merah" menginginkannya.

3. Pengumpan kunci

Dalam hitungan nominal, Sneijder membuat 72 umpan pada musim lalu, yang per pertandingan rata-rata 2,9. Ini merupakan prestasi luar biasa mengingat ia absen dalam 15 pertandingan Serie-A. Namun, ia tetap finish pada posisi kelima sebagai pengumpan terbaik pada Serie-A musim lalu.

Satu-satunya pemain MU yang lebih banyak melepaskan umpan adalah Nani dengan 78 umpan. Namun, dia memiliki pertandingan lebih banyak daripada Sneijder, yakni 31 pertandingan. Sementara Sneijder hanya tampil dalam 22 pertandingan. Selain itu, 21 persen umpan Nani kurang efisien.

Mengapa umpan-umpan Sneijder tidak banyak membidani terciptanya gol? Alasannya, Serie-A memiliki pertahanan yang lebih kuat di Eropa. Buktinya, pada Serie-A musim lalu hanya tercipta 955 gol. Sementara pada musim yang sama, Premier League mencetak 1063 gol .

4. Sneijder bisa membawa MU sebagus Barcelona

Dilihat dari statistik dan berdasarkan sudut pandang taktis, hadirnya Sneijder juga bisa membuat MU selevel dengan Barcelona.

Sebagai trequartista, Sneijder lebih banyak menyerang daripada bertahan. Wajar jika dia hanya mencatatkan 1 tekel dan 1 intersepsi pada setiap dua pertandingan.

Sebelumnya, dia bermain sangat baik dengan formasi 4-3-3 atau 4-5-1. Adapun MU lebih sering menggunakan formasi 4-4-2. Bahkan, formasi itu masih diertahankan Ferguson dalam pertandingan-pertandingan pramusim tahun ini. Namun, melihat statistik umpannya yang lebih baik daripada para gelandang MU, dia akan mudah beradaptasi dan mengembangkan dinamika lini tengah "Setan Merah" dalam formasi 4-4-2.

Sneijder akan menjadi pengumpan terbaik di MU. Soal tackling, itu bisa diserahkan kepada Fletcher dan Anderson karena statistik mereka soal tackling lebih baik dan menjamin pertahanan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau