Mudik 2011

Kelaikan Bus Mudik Mulai Diperiksa

Kompas.com - 11/08/2011, 17:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya mulai melakukan pemeriksaan bus yang akan dioperasikan untuk mengangkut pemudik. Pemeriksaan ini dilakukan di Perusahan Otobus (PO) dan terminal keberangkatan. Selain polisi, pemeriksaan juga akan dilakukan bersama dengan Dinas Perhubungan DKI dan perusahaan otobus (PO).

"Pengecekan akan kami lakukan untuk melihat kelaikan bus yang akan digunakan pemudik," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Meto Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, Kamis (11/8/2011), di Polda Metro Jaya.

Pemeriksaan meliputi dari mesin, ban, dan sistem pengereman. Pemeriksaan bersama dengan PO dan Dishub juga. Apabila ditemukan adanya kerusakan, pihaknya tidak akan menolerirnya. Royke menilai kerusakan kecil apa pun bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

"Bila memang tidak layak akan kami larang untuk beroperasi," tuturnya.

Royke menjelaskan, pelanggaran yang biasa terjadi seperti menggunakan ban-ban hasil vulkanisir. Ban model seperti ini memiliki kembang yang bagus namun sangat membahayakan, sehingga bisa mengakibatkan kecelakaan.

"Jangan hanya mengejar uang, karena keselematan penumpang menjadi yang nomor satu," ucapnya.

Polda Metro Jaya memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan bus hingga 15,8 persen atau bertambah sekitar 83.477 orang pada Lebaran 2011 dibanding tahun sebelumnya. Pada 2011 diperkirakan pemudik bus sekitar 615.977 orang. Jumlah ini meningkat dari tahun 2010 yang mencapai 529.500 orang.

Selain itu, jumlah armada bus yang beroperasi selama musim arus mudik 2011, akan meningkat sebesar 27,25 persen atau 7.106 unit dibanding 2010. Perkiraan peningkatan jumlah armada bus yang beroperasi pada arus mudik 2011, mencapai 33.174 unit, sedangkan arus mudik 2010 sebanyak 26.068 unit.

Sedangkan pergerakan pemudik menggunakan bus yang tertinggi di Terminal Kampung Rambutan sekitar 285.859 orang, terminal skala kecil (122.782 orang), Terminal Pulogadung (99.573 orang), Kalideres (55.978 orang) dan Lebak Bulus (51.785 orang).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau