Bulan Ramadhan di Pakistan tahun ini berlumuran darah. Serangan bom bunuh diri kali ini dilakukan oleh seorang wanita berbusana burqa. Dia memakai rompi berisi bom dan mengincar anggota kepolisian. Perempuan itu melemparkan granat ke sebuah mobil polisi, lalu meledakkan dirinya sendiri.
Sasaran bom dari wanita itu adalah pos polisi di sekitar Gerbang Lahori, kota Peshawar. Lima orang tewas seketika dan 16 orang terluka parah, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun. Perempuan itu berusia 17-18 tahun.
”Sekitar 20 meter dari titik serangan pertama, perempuan itu meledakkan dirinya sendiri hingga tewas,” kata pejabat kepolisian, Shafqat Malik.
Rompi yang digunakan perempuan itu tidak seluruhnya rusak akibat ledakan tersebut. ”Selain menewaskan pelaku, seorang perempuan lain juga terbunuh dan tiga polisi terluka,” kata Malik.
Semula diduga, perempuan lain yang tewas itu juga membawa bahan peledak. Setelah diselidiki, polisi menyatakan, perempuan lain itu bukan pelaku bom bunuh diri.
”Perempuan lain itu berusia sekitar 60 tahun. Wajahnya rusak parah dan sulit dikenali. Tidak ada tanda-tanda tubuhnya terbalut rompi bahan peledak. Kami yakin dia pelintas biasa,” kata dokter Rahim Afridi.
Hal yang sama disampaikan seorang polisi, Imtiaz Shah. Namun, dia mengatakan, perempuan kedua yang pelintas biasa itu tidak terkait dengan pelaku bom bunuh diri dan berusia sekitar 17 tahun. Penjelasan terkait usia wanita kedua berbeda dengan yang dikatakan Afridi.
”Saya mengira, perempuan yang berjalan seiring dengan perempuan lain itu sedang hamil. Saya sedang berusaha menjauhi ledakan bom truk, tiba-tiba muncul ledakan kedua,” kata Mimayat Ullah, warga yang terluka.
Sejam sebelumnya, terjadi ledakan bom yang menyasar truk polisi. Bom diketahui diledakkan lewat alat kendali jarak jauh. Lima orang tewas, yakni empat polisi dan satu anak berusia 12 tahun, serta 22 orang terluka.
”Seorang anak berusia 12 tahun tewas,” kata saksi mata, Mohabbat Khan (45). ”Truk membawa 20 polisi,” kata Shah, Selain menghancurkan truk, sekelompok anak sekolah yang berada di sekitar lokasi ledakan juga terluka. Bocah yang tewas itu adalah anak sekolah.
Dua serangan bom pada hari yang sama terjadi dalam jarak berdekatan di Peshawar. Kota ini, yang telah menjadi sasaran serangkaian bom selama bulan puasa dan jauh sebelumnya, adalah garis terdepan dari perlawanan Taliban. Kota ini sekaligus sebagai sabuk perbatasan tanpa hukum dari suku-suku Pakistan, yang oleh Washington disebut sebagai ”markas global jaringan Al Qaeda”.
Aksi bom bunuh diri kerap terjadi di Pakistan. Namun, pada umumnya pelaku bom bunuh diri adalah kaum pria, sementara perempuan yang terlibat dalam aksi mengerikan ini sangat jarang. Apalagi yang dilakukan oleh perempuan yang mengenakan busana burqa justru sesuatu yang langka.
Hingga kini wilayah Peshawar tidak bisa lepas dari aksi kekerasan seperti bom. Wilayah ini dianggap Amerika Serikat sebagai tempat paling berbahaya di dunia. Selain itu, Al Qaeda ditengarai membangun markasnya di wilayah yang terletak di bagian barat daya Pakistan tersebut.
Lebih dari 4.500 orang tewas akibat bom dalam waktu empat tahun di Pakistan. Sebagian bom diledakkan Taliban dan teroris sayap Al Qaeda. Bom kali ini pun diduga dilakukan kelompok ini.