5 Langkah Bikin "Wallpaper" Awet Muda

Kompas.com - 12/08/2011, 16:18 WIB

KOMPAS.com - Setelah menerapkan wallpaper di ruang tamu Anda, kini saatnya Anda mengetahui cara membersihkan wallpaper yang baik dan benar agar tetap awet dan terawat. Jangan berisiko merusak dinding indah, selalu ikuti instruktur perawatan yang tepat untuk wallpaper Anda.

Namun, jika Anda lebih memilih melakukannya sendiri, ada baiknya kami ingatkan bahwa terdapat beberapa jenis wallpaper dan jenis-jenis kotoran dan sampah yang memerlukan penanganan khusus. Hal ini karena orang sering kali salah kaprah dalam menggunakan alat dan bahan untuk membersihkan wallpaper di ruang tamu kesayangan Anda.

Tentu saja, Anda harus apik memelihara wallpaper. Apalagi, sebentar lagi Anda akan menyambut hari raya Idul Fitri, kan? Yuk, ikuti beberapa instruksi dan cara penanganan berikut ini agar wallpaper tetap awet digunakan, setidaknya hingga beberapa tahun ke depan:

Kemoceng

Ini cuma untuk mengusir debu. Mulailah dengan menggunakan lap kemoceng yang berstruktur swiffer atau kain elektrostatik kering agar debu yang menempel mudah terangkat. Lakukan gerakan memutar searah jarum jam agar debu terpusat pada satu titik bersihan.

Steples penyeka noda

Noda yang menempel atau sekedar bekas sidik jari di sekitar wallpaper dinding Anda akan sangat merusak keindahan kertas dinding tersebut. Namun, hanya dengan menggunakan kain lembab, seluruh noda akan terangkat. Diukur dengan penggaris lebar, gunakan selotip berbahan perekat rendah dan hindari selotip yang terlalu lengket agar tidak merusak warna wallpaper.

Jeruk nipis

Bahan alami ini sangat ampuh untuk membasni noda membandel. Maka, bila wallpaper Anda tanpa sengaja terkena percikan noda, seperti bekas minuman, kecap, dan kotoran lainnya yang sulit dibersihkan, Anda bisa menggunakan sedikit perasan jeruk nipis.

Setelah diperas, masukkan air perasan ke dalam air hangat dan gosokkan pada dinding wallpaper menggunakan spons lembut. Diamkan beberapa saat, kemudian lap bekas gosokan spons memakai kain halus kering. Khusus wallpaper berbahan kain, Anda dapat menggunakan sikat dengan perasan air hangat dan jeruk nipis.

Air hangat dan sabun khusus

Campuran air hangat dan sabun khusus sangat cocok untuk membersihkan wallpaper tahan air berbahan vinyl atau akrilik. Wallpaper jenis ini dapat dicuci dengan air hangat, sabun ringan, dan menyeka dengan kain kapas atau spons lembut.

Perlu diketahui, wallpaper yang dilapisi vinyl memiliki lapisan akrilik di atas permukaannya, sehingga cukup tahan terhadap noda minyak, suhu lembab dan lebih toleran dalam proses pembersihan. Hanya, Anda harus menghindari penggunaan alat pembersih abrasif, spons kasar, atau batu apung karena akan menyobek lapisan vinyl wallpaper ini.

Dry cleaning

Sebagai sentuhan akhir membersihkan wallpaper, Anda dapat menggunakan dry cleaning untuk mengeringkan dengan segera kertas dinding Anda ini. Hal yang harus Anda lakukan adalah menjaga kecerahan warnanya.

Mau coba? Jangan lupa, siapkan alat dan bahan-bahan tersebut jika Anda ingin membersihkan wallpaper. Lakukan instruksi secara baik dan benar agar wallpaper ruang tamu tetap awet!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau