Polda Metro Jaya Siap

Kompas.com - 16/08/2011, 03:23 WIB

 Jakarta, Kompas - Polda Metro Jaya menyatakan kesiapannya melaksanakan Operasi Ketupat Jaya 2011 berkaitan dengan kegiatan mudik dan Lebaran. Tempat wisata, rumah ibadah, dan distribusi bahan bakar akan diamankan. Operasi akan digelar 16 hari, mulai 23 Agustus mendatang.

Kesiapan mengelar operasi tersebut disampaikan Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal (Pol) Suhardi Alius seusai rapat lintas sektoral terkait persiapan pelaksanaan operasi di Gedung Biro Operasi Polda Metro Jaya, Senin (15/8) siang.

Hadir dalam rapat tersebut, selain sejumlah pejabat jajaran Polda Metro, perwakilan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, PT Kereta Api Indonesia, PT Pertamina, Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Dinas Pariwisata DKI Jakarta, serta sejumlah pengelola tempat wisata di Jakarta dan sekitarnya.

Suhardi Alius mengatakan, rapat ini membahas kesiapan semua pemangku kepentingan untuk melancarkan kegiatan mudik dan Lebaran masyarakat.

”Kami juga menerima laporan-laporan, instansi, atau tempat mana saja yang perlu kekuatan polisi atau tenaga pengawalan polisi, selain titik-titik di mana ada rumah ibadah atau masjid,” katanya.

Menurut Alius, ada tiga tempat wisata favorit di Jakarta yang perlu penambahan penjagaan atau patroli polisi, yakni Ancol, Ragunan, dan Taman Mini.

Pihak Pertamina juga sudah memohon untuk mengawal mobil-mobil tangki penyuplai BBM agar tiba di tempat tujuan sesuai dengan jadwal, terhindar dari kemacetan arus lalu lintas, sehingga distribusi BBM dalam masyarakat lancar.

Perwira tidak boleh cuti

Polda Metro Jaya mengerahkan 2/3 kekuatannya dan tidak memperbolehkan pejabat atau perwira di jajarannya mengambil cuti.

”Kalau minta cuti, silakan meletakkan jabatannya saja dan tidak usah jadi polisi,” kata Alius.

Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sujarno mengungkapkan, dalam Operasi Ketupat Jaya 2011, sedikitnya akan dilibatkan 18.444 personel, ditambah 3000 personel dari berbagai instansi terkait, termasuk dari Kodam V/Jayakarta.

Posko, pos pengamanan, dan pos pelayanan juga akan dibangun sebanyak 128 pos. Pos pengamanan akan didirikan di dekat pusat-pusat keramaian masyarakat, seperti terminal bus, stasiun kereta api, dan tempat wisata.

Pos pelayanan juga dibangun di titik-titik yang dilalui pemudik, di dekat rawan kecelakaan, serta tempat pemudik beristirahat.

Pengamanan kereta

Senior Manager Sekuriti Daops I Jakarta Ahmad Sujadi mengatakan, pihaknya juga meminta bantuan sekitar 310 personel Brimob Polda Metro Jaya untuk membantu pengamanan di stasiun utama dan dalam kereta api. Selain itu, juga minta disiapkan 52 personel polisi khusus KA di tiap-tiap KA yang akan dipakai pemudik serta minta menyebar 1.500 petugas keamanan internal di stasiun-stasiun.

”Kalau tahun lalu, kereta tiba sudah bisa dinaiki. Tahun ini, kereta tiba harus dikosongkan terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah dinyatakan clear atas rekomendasi petugas keamanan, baru penumpang diperkenankan naik, masuk gerbong,” katanya.

Untuk menjamin kenyamanan selama perjalanan dan sampai di tujuan, gerbong kelas ekonomi juga dibatasi penumpangnya, maksimal 150 orang.

Adapun Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Riza Hasyim mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan kendaraan-kendaraan yang akan dioperasikan untuk mudik dan Lebaran. Pengecekannya meliputi dokumen kendaraan dan izin trayek, SIM pengemudinya, serta kondisi fisik kendaraan mulai dari lampu, rem, sampai ban.

”Pengecekan kondisi sopir dan kendaraan juga dilakukan kembali ketika mobil akan berangkat mengangkut penumpang di terminal-terminal bus. Saat ini, ada empat terminal bus utama dan 10 terminal kecil atau tambahan. Personel yang kami turunkan 1.174 orang. Dioperasikan juga mobil laboratorium dari dinas kesehatan,” katanya. (RTS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau