Dishub Tangsel Razia Stiker di Angkot

Kompas.com - 16/08/2011, 18:58 WIB

TANGSEL, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan melakukan kegiatan penertiban pencopotan stiker/atribut yang menempel di kaca-kaca angkutan umum dengan rute Ciputat - Muncul (D-15).

Kegiatan penertiban dimulai sekitar pukul 11:00 - 12:00 WIB, dan dilaksanakan di jalan Puspitek Raya - Babakan, tepatnya di depan kompleks perumahan Serpong City Paradise.

Adapun kegiatan ini dilaksanakan atas permohonan dari Panitia Pengawasan Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan (PANWASLU) yang meninjau bahwa banyak ditemukannya alat sosialisasi, yang berhubungan dengan pemilu di mobil umum dalam wilayah hukum Kota Tangerang Selatan, dengan memperhatikan peraturan Bawaslu No. 19 tahun 2009 tentang pengawasan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah.

"Selain menanggapi permohonan dari Panwaslu. Kegiatan ini kami terapkan dalam rangka menertibkan angkutan-angkutan umum yang mulai mengabaikan peraturan. Bahwa ada di Peraturan Pemerintah nomor 44 tahun 1993 tentang kendaraan dan pengemudi, bahwa tidak boleh ada stiker atau atribut apapun yang menghalangi penglihatan, terutama di kaca belakang kendaraan (mobil). Semuanya demi menjamin keselamatan dan keamanan dalam berkendara" Ujar Wijaya Kusuma, selaku Kepala Bidang Lalu Lintas (Kabid Lalin) Dishub Tangerang Selatan.

Udin (22) salah satu supir angkutan D-15 yang mobilnya terkena penertiban mengatakan bahwa ia tidak mengetahui persis mengenai stiker tersebut. "Saya tidak tahu apa-apa, ini sudah jalan 2 mingguan. Awalnya cuma waktu itu, pas saya mau 'narik' tiba-tiba udah ada aja stiker terpasang, cuman pesen dari bos, jangan dilepas aja," kata Udin.

Wijaya menyayangkan bahwa masih ada yang memasang stiker, pasalnya 3 minggu lalu terhitung dengan hari ini, pihak Dishub Tangerang Selatan, sebelumnya sudah melakukan sosialisasi melalui perantara Kelompok Kerja Supir Angkutan Umum se-Tangerang Selatan, namun terbukti hanya sedikit angkot yang tidak ada stiker.

Tambahnya Dari pantauan Kompas.com dilapangan, sudah sekitar 25 angkutan umum yang terkena penertiban. Dan gambar di stikernya semuanya sama, bergambarkan foto pasangan calon Gubernur Banten WH - IRNA dengan ada Quotes saatnya Banten Berubah.

"Dan masih banyak lagi, pantauan kami sebelum kami bertindak ada sekitar 50 kendaraan angkutan umum," Tutur Wijaya Wijaya kembali menambahkan, bahwa nantinya seluruh barang bukti akan di sita.

"Kalau ada pihak yang ingin mengambil, silahkan langsung saja mengambil ke Dishub Tangerang Selatan. Dan bahwa nantinya kegiatan ini akan terus berlangsung, dengan beberapa titik lagi yang belum disampaikan."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau