Hut ke-66 kemerdekaan ri

Kedua Orang Ini Mirip Proklamator

Kompas.com - 17/08/2011, 13:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Chandra Meizir dan Iwan Sabara selalu menjadi tamu kehormatan dari tahun ke tahun saat acara napak tilas proklamasi digelar setiap 16 Agustus lantaran wajah mereka berdua dianggap mirip kedua proklamator Indonesia. Chandra Meizir merupakan karakter yang mirip Bung Karno dan Iwan Sabara mirip Bung Hatta.

"Kami setiap tahun diundang untuk napak tilas. Pak Chandra sebagai Soekarno dan saya sebagai Muh Hatta," ujar Iwan, salah seorang anggota Komunitas Ontel Batavia yang masih di bawah naungan Gedung Joang '45.

Sejak komunitas ini berdiri pada 17 Agustus 2004, setiap napak tilas keduanya selalu menirukan gaya berpakaian Bung Karno dan Bung Hatta, begitu juga gerak tubuhnya.

"Sudah sejak awal karakter kami seperti ini. Kami sebisa mungkin bisa berkarakter sesuai beliau. Kawan-kawan yang lain juga mempunyai karakter lain, tentunya karakter pejuang kemerdekaan," ujar Iwan yang bekerja di perusahan kargo milik PT Merpati Nusantara ini.

Hal itu menjadi kehormatan bagi mereka, apalagi saat dipercaya menaiki mobil asli milik kedua proklamator Indonesia itu. "Perasaan bangga timbul saat menaikinya, dan merupakan suatu kehormatan bagi kami bisa naik dan duduk di dalam mobil itu," ujar Iwan yang sudah sejak 2006 mengikuti kegiatan ini.

Iwan mengakui, dirinya sempat gemetar saat pertama dipercaya menaiki mobil yang memiliki nilai sejarah itu. "Pertama-tamanya kami gemetar karena naik mobil punya presiden dan wakil presiden pertama Indonesia beneran. Sehari-harinya diparkir di Gedung Joang. Orang-orang yang datang ke museum saja nggak boleh megang," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau