Mudik 2011

H-4 - H+1 Lebaran, Angkutan Berat Dilarang

Kompas.com - 17/08/2011, 14:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai H-4 hingga H+1 Lebaran, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan melarang kendaraan angkutan bermuatan berat seperti, truk kontainer, dan truk gandeng melintasi seluruh ruas jalan di lima wilayah Ibu Kota. Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi kasus kecelakaan menjelang dan selama Lebaran nanti.

"Larangan untuk angkutan bermuatan berat ini akan berlaku selama lima hari dan tidak diperkenankan melintasi seluruh ruas jalan raya di Ibu Kota, baik itu jalan arteri maupun jalan protokol," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono ketika dihubungi wartawan, Rabu (17/8/2011).

Pemberlakuan larangan itu sesuai dengan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor SK.2679/AJ.307/DRJD/2011, tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang Pada Masa Angkutan Lebaran 2011.

Kendati demikian, ada pengecualian larangan yaitu bagi kendaraan pengangkut bahan bakar minyak dan gas (BBM dan BBG), ternak, bahan pokok, pupuk, susu murni, dan barang antaran pos. Karena jika kebutuhan tersebut dilarang melintas ditakutkan akan terjadi kelangkaan yang berimbas pada kenaikan harga dan stabilitas ekonomi Ibu Kota.

Pemberlakuan larangan itu juga berlaku untuk pengangkutan barang ekspor dan impor dengan kontainer yang menuju dari dan ke pelabuhan serta sebaliknya. Kontainer ini dapat melintas apabila mendapat persetujuan tertulis atau dispensasi dari Kepala Dinas Perhubungan DKI.

"Itu juga dengan menetapkan ruas jalan yang dilalui dan jadwal waktu beroperasi," jelas Pristono.

Sosialisasi terkait larangan ini sudah dilakukan kepada para pengusaha yang menggunakan kendaraan angkutan berat. Larangan ini berlaku 24 jam penuh dan dilakukan di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi kemacetan yang ditimbulkan akibat lonjakan arus mudik tahun ini.

"Umumnya mereka (pengusaha yang menggunakan angkutan berat) sudah mengerti dan memahami larangan tersebut. Karena sudah diberlakukan pada tahun-tahun sebelumnya," kata Pristono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau