SURABAYA, KOMPAS.com - Upacara peringatan HUT RI ke-66 ternyata tidak hanya diperingati oleh kalangan pemerintah. Sekitar 2.000 pedagang yang biasa menjual dagangannya di pasar Atom Surabaya juga turut memperingati HUT RI dengan menggelar upacara.
Upacara dilakukan di depan gerbang Pasar Atom Baru jalan Stasiun Kota Surabaya, Rabu (17/8/2011) pagi. Yang menarik, peserta upacara sebagian besar adalah warga Tiong Hoa yang juga pedagang di Pasar Atom.
'Sebenarnya masih banyak warga keturunan yang ingin berpartisipasi dalam upacara ini, karena upacara ini didukung oleh 68 peguyuban Tiong Hoa di Jawa Timur,' kata Direktur PT Prosam Plano selaku pengelola Pasar Atom, Didi Woelyadi Simson.
Menurut dia, upacara peringatan HUT RI oleh pedagang pasar kali ini adalah yang ke-9 kali digelar. Jumlah peserta upacara yang hadir juga terus bertambah, dari sekitar 200 orang di tahun pertama, kini menjadi lebih dari 2.000 orang.
'Sebenarnya masih banyak lagi pedagang yang ingin ikut, namun karena keterbatasan tempat, terpaksa kami batasi,' tambahnya.
Hal itu menurutnya adalah bukti bahwa warga keturunan Tiong Hoa yang juga warga negara Indonesia juga memiliki rasa nasionalisme yang juga perlu diapresiasikan, seperti halnya warga asli lainnya.
Upacara kali ini terbilang upacara yang istimewa dari tahun biasanya, karena juga dihadiri wakil Konjen RRC di Surabaya, Sun Kok Yen. Usai upacara, acara juga diramaikan dengan penampilan paduan suara ibu-ibu pedagang, lomba busana daerah, serta pembagian sembako kepada warga kurang mampu di sekitar Pasar Atom, dan puluhan tukang becak.
Salah seorang peserta, Yunianto mengaku senang dapat turut memperingati HUT RI, karena sebelumnya, warga keturunan Tiong Hoa yang sudah puluhan tahun hidup di Surabaya ini hanya bisa melihat jika WNI sedang meramaikan HUT RI dengan berbagai lomba.
'Tapi sekarang kami cukup senang, karena juga bisa memeriahkan HUT negara kami, sama seperti WNI yang lain,' kata pedagang kain ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang