Enam Arena Perlu Percepatan

Kompas.com - 18/08/2011, 02:23 WIB

Palembang, Kompas - Tingkat penyelesaian enam venue (arena) yang dibangun di kompleks olahraga Jakabaring, Palembang, untuk SEA Games XXVI masih di bawah 50 persen. Pembangunan keenam arena ini perlu dipercepat agar bisa digunakan untuk tes uji coba venue bulan depan.

Ketua Panitia Penyelenggara SEA Games Indonesia (Inasoc) Sumatera Selatan Muddai Madang, Selasa (16/8), mengatakan, keenam arena tersebut adalah bisbol, sofbol, ski air, sepatu roda, petanque, dan sepak takraw. ”Anggaran pembangunan enam venue itu dari APBN. Proses lelangnya agak terlambat sehingga pengerjaannya juga agak lambat,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Muddai, ada tujuh venue yang pembiayaannya terlambat, termasuk Stadion Jakabaring. Namun, dari sisi pekerjaan, tingkat penyelesaian renovasi stadion di atas 50 persen.

Manajer proyek pengerukan danau untuk ski air, Hartono, Rabu, menuturkan, ada dua kontraktor yang mengerjakan venue ski air. PT Service and Construction Nusantara mengerjakan pengerukan danau dan pintu air serta kontraktor satu lagi mengerjakan tribune dan bangunan untuk panitia.

Menurut Hartono, tingkat penyelesaian pengerukan danau saat ini mencapai 96 persen. Diperkirakan minggu depan pengerukan selesai sehingga saat Lebaran pekerjaan sudah selesai dan siap untuk uji coba.

”Target kami adalah mencapai kedalaman 3,5 meter-4 meter terutama pada jalur ski sepanjang 1,2 kilometer. Sekarang pengerukan hampir selesai. Masih ada waktu sampai kontrak berakhir 26 Agustus,” ujarnya.

Hartono menambahkan, pihaknya harus bekerja ekstra 24 jam tanpa henti mengingat waktu yang disediakan terbatas.

Muddai berharap, keenam venue itu akan selesai akhir September agar bisa digunakan untuk pertandingan uji coba venue. Berdasarkan jadwal, dari enam venue tersebut, hanya uji coba cabang sepatu roda yang sudah terjadwal, yakni 1-6 Oktober. Lima venue sisanya belum jelas karena tingkat penyelesaian venue yang jauh tertinggal.

Pertemuan CDM

Pertemuan Chef de Mission (CDM) atau Ketua Kontingen atlet negara peserta SEA Games XXVI/2011 berlangsung hari ini. Inasoc pusat mengatur, setiap delegasi CDM terdiri atas tiga orang.

Deputi I Inasoc Pusat Bidang Sport dan Venue Djoko Pramono mengatakan, semua delegasi CDM sudah tiba di Jakarta, Rabu kemarin. Delegasi langsung berpisah, ada yang ke Palembang juga ada yang di Jakarta.

Para delegasi itu akan mengunjungi arena pertandingan hari ini. Di antaranya venue judo di Kelapa Gading, kempo di Ciracas, balap sepeda disiplin track di velodrom Rawamangun, taekwondo di Cibubur, dan sekretariat Inasoc di Gedung Piramid, Senayan.

Seusai kunjungan, semua delegasi berkumpul kembali di Jakarta. Pada Jumat (19/8), setiap CDM mengikuti rapat dan bisa memberikan masukan mengenai arena.

”Kalau tentang layak tidaknya venue, itu sudah dinilai delegasi teknis. Pertemuan ini akan lebih menyangkut tentang kontingen mereka. Bisa jadi mereka akan melakukan penilaian terhadap jarak dari hotel ke venue, juga transportasi,” ujar Djoko.

Direktur Hubungan Antarkomite Olahraga Inasoc Pusat Abdul Rauf mengatakan, jumlah semua delegasi CDM sebanyak 31 orang.

Abdul Rauf menambahkan, delegasi CDM akan meninjau sembilan venue di Palembang, antara lain atletik, akuatik, tenis, voli, dan wisma atlet. ”Paparan kondisi venue di Palembang akan disampaikan apa adanya. Kami akan sampaikan bahwa pembangunan venue diupayakan selesai tepat waktu,” katanya.(ADH/HLN/WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau