Arsenal Belum Menggigit

Kompas.com - 18/08/2011, 02:29 WIB

London, Selasa - Arsenal belum menunjukkan penampilan yang mengesankan. Setelah di laga pembuka Liga Inggris ditahan 0-0 oleh Newcastle, Selasa kemarin, ”The Gunners” cuma bisa menang 1-0 atas klub Italia, Udinese, pada babak play off Liga Champions di Stadion Emirates, London.

Kemenangan tipis itu belum mengamankan tiket Arsenal ke putaran selanjutnya. Pekan depan, mereka akan kembali diuji Udinese yang akan bertarung di depan pendukungnya.

Pada laga kemarin, Arsenal masih beruntung terhindar dari kebobolan. Udinese yang musim ini kehilangan tiga pemain kuncinya, yakni Alexis Sanchez, Gokhan Inler, dan Christian Zapata, tetap sanggup meladeni permainan Arsenal dengan beberapa kali menebar ancaman.

Kapten Udinese, Antonio Di Natale, dua kali membuat jantung pendukung Arsenal berdetak kencang setelah dua kali tendangannya membentur tiang gawang. Peluang terbaik Udinese didapat pemain Kolombia, Pablo Armero. Namun, tendangannya masih bisa digagalkan kiper Wojciech Szczesny.

Arsenal keluar sebagai pemenang pertandingan ini setelah pemain gelandang Theo Walcott mencetak gol di menit ke-4 babak pertama. ”Kami telah membuktikan diri kami di hadapan Arsenal. Mereka adalah tim yang kuat, tetapi kami sudah menampilkan kualitas kami kalau kami mampu mengimbangi permainan mereka,” kata pemain gelandang Udinese, Giampiero Pinzi.

”Kini, kami kembali ke Friuli dan kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan,” kata Pinzi tegas.

Arsenal sendiri tampil tanpa didampingi pelatihnya, Arsene Wenger, yang menjalani sanksi larangan mendampingi timnya untuk satu laga karena menghina wasit Massimo Busacca di babak 16 besar Liga Champions musim lalu.

Akan tetapi, Arsene Wenger mungkin akan mendapat sanksi tambahan dari UEFA karena tetap memberikan instruksi kepada pemain meski sudah dilarang.

Wenger tampak memberikan sejumlah instruksi kepada asistennya, Pat Rice, lewat pihak ketiga di babak pertama. UEFA kabarnya sudah memperingatkan Wenger atas tindakannya itu karena menyalahi aturan dan sanksi yang sudah dijatuhkan.

Di babak kedua, aksi Wenger tidak lagi terlihat, meskipun dirinya masih terlihat kesal di tribune. Sementara asistennya, Boro Primorac, terlihat sibuk melakukan kontak dengan pihak lain.

Karena alasan itu, UEFA akan melakukan penyelidikan lebih lanjut apakah Wenger telah membelokkan aturan dan sanksi yang sudah dijatuhkan untuknya.

Pada laga lain, klub Perancis, Olympique Lyon, meraih hasil maksimal kemenangan 3-1 atas tamunya, Rubin Kazan. Hasil serupa didapat Viktoria Plzen atas FC Copenhagen. Sementara wakil Austria, Sturm Graz, ditahan wakil Belarus, BATE Borisov, 1-1. Hasil imbang juga didapat Benfica atas tuan rumah Twente Enschede dengan skor 2-2.

Pendapatan MU

UEFA mengumumkan klub Inggris, Manchester United, meraih pendapatan terbesar dari penampilan mereka di Liga Champions musim lalu.

Meski hanya menjadi runner-up, MU meraih pendapatan sekitar Rp 653 miliar. Itu lebih besar dari sang juara Barcelona yang meraih pendapatan sekitar Rp 626 miliar.

Hal ini tak lepas dari kesepakatan hak siar yang secara kalkulasi lebih tinggi didapat tim asal Inggris ketimbang Spanyol. UEFA mengatakan, telah didistribusikan 1,09 miliar dollar AS di antara 32 klub yang berlaga di fase grup. (REUTERS/AFP/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau