Pusat Belanja Dipadati

Kompas.com - 19/08/2011, 02:39 WIB

Jakarta, Kompas - Pasar Tanah Abang dan sejumlah pusat perbelanjaan lainnya di Jakarta dipadati pedagang yang mengharapkan banyak rezeki Lebaran, Kamis (18/8). Puluhan pedagang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan kawasan penyangga sudah tiba sejak pagi di Pasar Tanah Abang, menunggu gerai-gerai dibuka.

Ani (36) bersama tiga rekannya asal Brebes, Jawa Tengah, mengaku berangkat dari rumah mereka di Brebes, Rabu (17/8) pukul 19.00, dan tiba di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis pukul 07.00.

”Kami pedagang musiman. Kegiatan rutin berdagang batik. Barang diambil dari Pekalongan, dibawa dan dijual di Brebes. Tetapi, saat Ramadhan, kami berbelanja pakaian gamis, jilbab, kemeja koko, dan peci di Pasar Tanah Abang dan menjualnya di Brebes,” ujar Ani saat ditemui di antara para pedagang lain yang duduk di tangga. Mereka menunggu toko-toko di Blok A, Pintu Timur, Pasar Tanah Abang, dibuka.

Sejak sepekan Ramadhan, setiap pekan ia berbelanja enam koli. Setiap koli berisi lima sampai enam lusin. Nilainya Rp 20 juta-Rp 25 juta. ”Sepekan sebelum Lebaran, belanja sampai Rp 35 juta,” ujarnya.

Ida (55), pedagang di Tangerang, yang ditemui bersama dua anaknya, mengaku berbelanja untuk stok dagangan sejak awal Ramadhan. ”Bukan sepekan sekali, tetapi setiap hari kami berbelanja sejak awal Ramadhan,” katanya.

Barang yang dibeli adalah mukena, sarung, kemeja, kemeja koko, dan kaus. ”Kalau hari biasa, modalnya Rp 2 juta. Sejak awal Ramadhan, saya biasa belanja sampai Rp 10 juta,” ujar Ida.

Dengan modal sebesar itu, ia bisa meraup keuntungan hingga sepuluh kali lipat. ”Tetapi, kan, ini rezeki setahun sekali saja,” ujarnya.

Dengan berdagang pakaian, Ida bisa membesarkan keempat anaknya. ”Satu arsitek, dua sarjana ekonomi, dan satu lagi masih kuliah di ekonomi,” ujarnya.

Di Tangerang, ia memiliki empat tempat berjualan yang terdiri atas dua toko dan dua lapak.

Sejak Rabu lalu

International Trade Center Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Kamis (18/8), juga dipadati pengunjung. Pakaian muslim, kerudung, dan peralatan ibadah menjadi sasaran utama beberapa pengunjung. Namun, tak sedikit juga yang berbelanja barang-barang gadget, seperti telepon genggam, yang baru maupun yang bekas.

Winda (22), penjaga toko yang khusus menjual mukena, sarung, dan busana muslim anak, mengaku, selama hari libur akhir pekan lalu, pengunjung menyemut di setiap lorong gedung perbelanjaan.

”Saya saja sampai enggak bisa duduk karena saking banyaknya pengunjung,” katanya.

Meski hanya digunakan untuk beribadah, ujar Winda, ada beberapa jenis mukena yang cukup diminati pengunjung. Mukena yang dilengkapi tas dengan sulaman salah satu yang diminati.

Bahkan, beberapa pengunjung menggunakan referensi kerudung yang biasa digunakan artis. Contohnya pasmina, lebih dikenal sebagai kerudung Syahrini.

”Ya, tahunya itu kerudung Syahrini, mau gimana lagi,” kata seorang pengunjung, Sakinah (35).

Selain pakaian muslim, telepon seluler juga cukup diminati para pengunjung.  Itu terutama untuk telepon genggam produksi China yang tampilannya menarik dan harganya terjangkau.

”Banyak juga yang membeli telepon genggam bekas menjelang Lebaran ini,” kata Ana (22), pramuniaga di kios Blessing Seluler yang berada di Lantai IV ITC Cempaka Mas.

Meski tidak seramai di Pasar Tanah Abang dan ITC Cempaka Mas, suasana di Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta Barat, lebih ramai dari biasanya. Di pasar ini, para pedagang lebih banyak membeli sandal dan selop.

Kemarin, Henry (28), pemilik toko sandal di lantai dasar, mengirim dua koli sandal dan selop ke Balikpapan. Satu koli berisi lima kodi. ”Pada hari biasa, kami cuma mengirim sebulan sekali satu koli. Sejak awal Ramadhan, kami biasanya menerima pesanan, sepekan dua koli. Nilai satu koli umumnya Rp 15 juta,” ujarnya. (MDN/WIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau