Ani (36) bersama tiga rekannya asal Brebes, Jawa Tengah, mengaku berangkat dari rumah mereka di Brebes, Rabu (17/8) pukul 19.00, dan tiba di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis pukul 07.00.
”Kami pedagang musiman. Kegiatan rutin berdagang batik. Barang diambil dari Pekalongan, dibawa dan dijual di Brebes. Tetapi, saat Ramadhan, kami berbelanja pakaian gamis, jilbab, kemeja koko, dan peci di Pasar Tanah Abang dan menjualnya
Sejak sepekan Ramadhan,
Ida (55), pedagang di Tangerang, yang ditemui bersama dua anaknya, mengaku berbelanja untuk stok dagangan sejak awal Ramadhan. ”Bukan sepekan sekali, tetapi setiap hari kami berbelanja sejak awal Ramadhan,” katanya.
Barang yang dibeli adalah mukena, sarung, kemeja, kemeja koko, dan kaus. ”Kalau hari biasa, modalnya Rp 2 juta. Sejak awal Ramadhan, saya biasa belanja sampai Rp 10 juta,” ujar Ida.
Dengan modal sebesar itu, ia bisa meraup keuntungan hingga sepuluh kali lipat. ”Tetapi, kan, ini rezeki setahun sekali saja,” ujarnya.
Dengan berdagang pakaian, Ida bisa membesarkan keempat anaknya. ”Satu arsitek, dua sarjana ekonomi, dan satu lagi masih kuliah di ekonomi,” ujarnya.
Di Tangerang, ia memiliki empat tempat berjualan yang terdiri atas dua toko dan dua lapak.
International Trade Center Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Kamis (18/8), juga dipadati pengunjung. Pakaian muslim, kerudung, dan peralatan ibadah menjadi sasaran utama beberapa pengunjung. Namun, tak sedikit juga yang berbelanja barang-barang gadget, seperti telepon genggam, yang baru maupun yang bekas.
Winda (22), penjaga toko yang khusus menjual mukena, sarung, dan busana muslim anak, mengaku, selama hari libur akhir pekan lalu, pengunjung menyemut di setiap lorong gedung perbelanjaan.
”Saya saja sampai enggak bisa duduk karena saking banyaknya pengunjung,” katanya.
Meski hanya digunakan untuk beribadah, ujar Winda, ada beberapa jenis mukena yang cukup diminati pengunjung. Mukena yang dilengkapi tas dengan sulaman salah satu yang diminati.
Bahkan, beberapa pengunjung menggunakan referensi kerudung yang biasa digunakan artis. Contohnya pasmina, lebih dikenal sebagai kerudung Syahrini.
”Ya, tahunya itu kerudung Syahrini, mau gimana lagi,” kata seorang pengunjung, Sakinah (35).
Selain pakaian muslim, telepon seluler juga cukup diminati para pengunjung. Itu terutama untuk telepon genggam produksi China yang tampilannya menarik dan harganya terjangkau.
”Banyak juga yang membeli telepon genggam bekas menjelang Lebaran ini,” kata Ana (22), pramuniaga di kios Blessing Seluler yang berada di Lantai IV ITC Cempaka Mas.
Meski tidak seramai di Pasar Tanah Abang dan ITC Cempaka Mas, suasana di Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta Barat, lebih ramai dari biasanya. Di pasar ini, para pedagang lebih banyak membeli sandal dan selop.
Kemarin, Henry (28), pemilik toko sandal di lantai dasar, mengirim dua koli sandal dan selop ke Balikpapan. Satu koli berisi lima kodi. ”Pada hari biasa, kami cuma mengirim sebulan sekali satu koli. Sejak awal Ramadhan, kami biasanya menerima pesanan, sepekan dua koli. Nilai satu koli umumnya Rp 15 juta,” ujarnya.