JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi (Daops)1 Jakarta memberlakukan kebijakan baru, yaitu layanan penjualan tiket ekonomi tujuh hari sebelum keberangkatan.
"Ini untuk menghindari penumpukan penumpang di tempat penjualan tiket menjelang keberangkatan," kata Mateta Rizalulhaq, Humas PT KAI Daops 1 kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (19/8/2011).
Tujuan lain dari perubahan sistem layanan ini adalah untuk memungkinkan penumpang memilih opsi layanan transportasi lain. "Kalau calon penumpang tidak mendapatkan tiket, dia punya kesempatan untuk memilih moda transportasi lain," jelas Mateta.
Kebijakan baru diambil berkaca dari pengalaman pelayanan sebelumnya. Tadinya, layanan penjualan tiket kelas ekonomi baru dibuka satu jam menjelang keberangkatan.
Sempitnya waktu penjualan tiket mengakibatkan antrian penumpang di loket stasiun kerap terlihat. Selain itu, saat calon penumpang tidak mendapatkan tiket kehabisan stok, mereka terpaksa menunda keberangkatan.
Cara ini pun diyakini efektif mengikis penumpang tanpa tiket maupun aksi percaloan tiket kereta api. Para calo kerap menyasar calon penumpang yang kehabisan tiket ataupun menghindari antrian panjang di loket penjualan tiket KA.
Sementara sejumlah penumpang tanpa tiket adalah mereka yang memaksa masuk karena enggan menunda waktu keberangkatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang