Tiket ekonomi

Layanan Tiket, 7 Hari Jelang Berangkat

Kompas.com - 19/08/2011, 19:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi (Daops)1 Jakarta memberlakukan kebijakan baru, yaitu layanan penjualan tiket ekonomi tujuh hari sebelum keberangkatan.

"Ini untuk menghindari penumpukan penumpang di tempat penjualan tiket menjelang keberangkatan," kata Mateta Rizalulhaq, Humas PT KAI Daops 1 kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (19/8/2011).

Tujuan lain dari perubahan sistem layanan ini adalah untuk memungkinkan penumpang memilih opsi layanan transportasi lain. "Kalau calon penumpang tidak mendapatkan tiket, dia punya kesempatan untuk memilih moda transportasi lain," jelas Mateta.

Kebijakan baru diambil berkaca dari pengalaman pelayanan sebelumnya. Tadinya, layanan penjualan tiket kelas ekonomi baru dibuka satu jam menjelang keberangkatan.

Sempitnya waktu penjualan tiket mengakibatkan antrian penumpang di loket stasiun kerap terlihat. Selain itu, saat calon penumpang tidak mendapatkan tiket kehabisan stok, mereka terpaksa menunda keberangkatan.

Cara ini pun diyakini efektif mengikis penumpang tanpa tiket maupun aksi percaloan tiket kereta api. Para calo kerap menyasar calon penumpang yang kehabisan tiket ataupun menghindari antrian panjang di loket penjualan tiket KA.

Sementara sejumlah penumpang tanpa tiket adalah mereka yang memaksa masuk karena enggan menunda waktu keberangkatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau