Noel Gallagher: Mancini Pintar Habiskan Uang

Kompas.com - 21/08/2011, 07:04 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Pemusik Noel Gallagher (NG) bicara mengenai klub kesayangannya, Manchester City. Selain menyebut Roberto Mancini pintar menghabiskan uang dan jenius, ia juga mengaku belum terlalu yakin timnya akan segera mendapat kontribusi maksimal dari Sergio Aguero, yang pada debutnya mencetak dua gol, yang berujung kemenangan City 4-0 atas Swansea.

Berikut ini adalah kutipan wawancara Gallagher dengan Absolute Radio (AR), Sabtu (20/8/2011).

AR: Anda sedang menjadi orang yang bahagia kan? Tim Anda menang 4-0 dan masuk jajaran tim top, setelah hanya mengarungi satu pertandingan.

NG: Ya. Saya melihat pertandingan itu dan saya pikir itu hebat. Meski begitu, saya tak begitu yakin mengenai pemain asal Argentina ini (Aguero).

AR: Mancini mengatakan Aguero belum bugar.

NG: Ya, ia mungkin membutuhkan beberapa pertandingan untuk menyesuaikan diri. Berikan dia waktu. Kami akan memberikannya waktu. Saya tak begitu yakin.

AR: Apakah Mancini seorang jenius atau ia hanya pintar menghabiskan uang orang?

NG: Saya pikir dua-duanya. Anda tahu, ada begitu banyak uang dikeluarkan Chelsea dan mereka tak menjuarai apa pun musim lalu. Mereka meraih gelar pada musim sebelumnya. Saya pikir, (Mancini) menggunakan uang dengan sangat baik dan tahu apa yang ia inginkan. Saya berterima kasih karena ia membantu kami memenangi Piala FA musim lalu. Mancini punya manajemen sumber daya manusia yang bagus.

AR: Ketika pemain seperti Tevez mengatakan mereka ingin pergi, tetapi masih diagung-agungkan suporter, bagaimana menurut Anda?

NG: Sejujurnya, dan saya bicara mewakili sebagian besar suporter City, kami selalu berpikir ia akan bertahan karena ia sudah masuk daftar jual sejak Januari lalu dan jika ia ingin pergi, ia seharusnya pergi sekarang.

AR: Menurut Anda apakah uang yang Anda belanjakan akan membuat City dicibir?

NG: Dulu, supir taxi di London mengatakan, "Oh Man City Man City, kami mencintai Man City." Sekarang, sepertinya mereka berteriak kepada Anda, "Hey, (Kamu) tak bisa membeli gelar. Kamu tak bisa membeli gelar."

AR: City akan melawan Bolton pada hari Minggu. Bolton berpikir mereka setara dengan City (karena menang 4-0 atas Queens Park Rangers pada laga perdana). Bagaimana Anda menanggapi itu?

NG: Sejujurnya, saya pikir kami akan menghabisi mereka. Mereka punya manajer hebat dan Kevin Davis punya kualitas pemain top. Namun, saya pikir, City akan lebih kuat karena Tevez kembali, juga Balotelli. Saya pikir, kami memiliki terlalu banyak pemain tengah. Maksud saya, semua orang berpikir soal bagaimana Nasri masuk dalam situasi ini.

AR: Apakah Anda ingin Nasri bergabung dengan City?

NG: Tentu saja iya.

AR: Seperti Anda katakan tadi, di mana Nasri akan mendapat tempat, karena tentunya Anda tak bisa memiliki skuad yang besar dengan tetap menjaga semua pemain bahagia, bugar, dan berlatih?

NG: Ya, namun, Nasri tahu tempat yang akan ia masuki. Ia tahu bahwa kami mengejar empat trofi dengan tidak setiap orang bisa bermain dalam setiap pertandingan. Saya tak berpikir, terlepas dari Joe Hart, ada yang dijamin masuk skuad. Ini klub besar sekarang. Saya bisa lihat dari mana mereka berasal. Jika Silva mengalami cedera, semoga tidak, kami akan berada dalam masalah serius. Namun, saya pikir, jika kami membeli (Nasri), ia akan menjadi pembelian bagus, karena ia juga pencetak gol.

AR: Siapa pemain terbesar Manchester City?

NG: Saya beruntung bisa melihat Colin Bell, Mike Summberbee, dan Franny Lee, dan semua. Saya melihat Kinkladze, Paul Lake, dan semua pemain top yang mungkin tak pernah Anda dengar, tetapi saya harus mengatakan Colin Bell adalah yang terbaik. Tevez akan menjadi salah satu (yang terbaik) karena gol-golnya dan juga Joe (Hart).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau