SOLO, KOMPAS.com - Lebih dari 50 orang warga yang mengantre pemberian sembako berjatuhan karena tidak kuat berdesak-desakan antri pemberian sembako, di Lapangan Kota Barat, Solo, Jawa Tengah, Minggu (21/8/2011). Mereka yang tak kuat ini langsung pingsan, diantaranya ibu-ibu lanjut usia dan ibu hamil.
Ny Ika (32) warga Tanjung Anom dan Ayu warga Penumping, dua ibu hamil, jatuh pingsan, Hal itu dikatakan beberapa petugas PMI Solo yang memberikan pertolongan saat pembagian sembako tersebut.
Pembagian paket sembako kepada 12.000 orang yang tersebar di lima kelurahan di Pemkot Surakarta ini sebenarnya sudah dibagi dalam beberapa waktu terpisah. Akan tetapi, pada praktiknya, warga tidak sabar dan takut tidak kebagian.
"Panitia ketika membagikan kupon sembako sebenarnya sudah memberitahu untuk jam-jam penerimaannya dan bahkan kartunya pun warnanya juga berbeda-beda, tetapi mereka itu tetap saja datang bersamaan karena takut tidak kebagian paket sembako tersebut," kata Ketua Panitia Solo Berbagi Rayakan Lebaran, M.Adib Adjiputra disela-sela pembagian sembakotersebut.
"Adanya kejadian banyak orang tua yang jatuh tidak kuat antre, panitia melakukan penjemputan dengan menaikkan mobil bagi para orang tua yang tidak kuat antre untuk mengambil sembako ini," lanjutnya.
Paket sembako yang diberikan itu dikumpulkan dari 60 organisasi kemasyarakatan di Solo dan bergabung menjadi satu yaitu "Solo Berbagi Rayakan Lebaran".
Adib mengatakan dana yang dikumpulkan dari 60 organisasi kemasyarakatan tersebut mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Dana yang terkumpul itu diberikan kepada masyarakat dalam bentuk paket sembako senilai Rp 75 ribu/paket yang berisi beras, gula pasir, susu, roti dan mie.
Pemberian paket ini diharapkan bisa meringankan beban kepada masyarakat yang tidak mampu untuk merayakan Hari Lebaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang