Panja mafia anggaran

Panja Berpotensi "Ditunggangi"

Kompas.com - 21/08/2011, 17:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembentukan panitia kerja (panja) mafia anggaran dalam mengusut praktik mafia anggaran di DPR dinilai akan kurang efektif. Panja berpotensi ditunggangi kepentingan partai politik untuk menyandera partai lain.

Demikian disampaikan peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Ronald Rofiandri, dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (21/8/2011). Hadir di acara tersebut adalah peneliti Indonesia Budget Center Roy Salam, Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdullah Dahlan dan Apung Widadi, serta peneliti Yappika Hendrik Rosdinar.

"Rencana panja mafia anggaran, silahkan itu bergulir jadi satu opsi. Tapi, ada konsekuensinya, akan melahirkan alergi sendiri, kepentingan menunggangi panja ini, untuk saling menyandera antarpartai," kata Ronald.

Oleh karena itu, Ronald dan para peneliti lembaga swadaya masyarakat (LSM) lainnya mengusulkan agar dibentuk tim independen untuk mengawasi praktik mafia anggaran, di samping panja. Tim independen itu, katanya, terdiri dari eksternal DPR, seperti halnya Komite Etik yang dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi.

Seperti diketahui, selain beranggotakan unsur internal, Komite Etik KPK yang bertugas membuktikan dugaan pelanggaran etika pimpinan KPK beranggotakan unsur masyarakat.

"KPK membentuk Komite Etik dengan orang eksternal, kegentingan yang sama bisa di DPR, dengan tim independen yang dibentuk dan diputus paripurna DPR sehingga mengikat," ungkap Ronald.

Tim independen tersebut, lanjutnya, harus bekerja secara profesional dan bukan bagian dari panja.

Seperti diberitakan sebelumnya, wacana pembentukan panja mafia anggaran sempat mengemuka beberapa waktu lalu setelah anggota badan anggaran DPR, Wa Ode Nurhayati, memunculkan adanya indikasi praktik korupsi itu. Namun, gagasan pembentukan panja tersebut kini mandek.

"Bisa kita munculkan kembali, tapi tidak bisa dilihat sebagai satu-satunya opsi, harus lihat opsi lain yang menurut saya lebih baik," ungkap Ronald.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau