Persiapan mudik

Mudik, Ganti Popok Bayi Sesering Mungkin

Kompas.com - 22/08/2011, 11:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemakaian popok sekali pakai atau diapers pada anak umumnya memudahkan tugas orang tua dalam mengurus sang buah hati, terutama ketika harus berpergian jauh, seperti halnya perjalanan mudik. Tetapi di balik kemudahan tersebut, pemakaian diapers tetap mengundang risiko dan harus diperhatikan secermat mungkin.

Seperti diungkapkan dr. Ayu Partiwi SpA, MARS, spesialis anak dari RS Bunda Jakarta, penggunaan diaper yang tidak tepat justru dapat menimbulkan masalah bagi bayi. Apalagi ketika bayi harus melakukan perjalanan panjang seperti mudik,  penggunaan diapers yang terlalu lama akan memicu gangguan kesehatan pada sang buah hati. 

"Masalah pemakaian diaper pada bayi yang paling sering adalah diaper rash, yaitu iritasi kulit yang disebabkan karena peradangan akibat kulit kontak dengan diaper," kata dokter yang akrab disapa dr Tiwi itu.

Akibat peradangan tersebut, biasanya akan timbul kemerahan pada kulit bayi terutama pada daerah yang tertutup oleh diaper. Bahkan, bukan tidak mungkin akan mengundang infeksi jamur dan bakteri.

Orang tua yang tidak menjaga kebersihan di daerah sekitar genital bayi pascapemakaian diapers dapat berisiko pada terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). ISK adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih. Gejala yang dapat timbul dari ISK yaitu perasaan tidak enak saat berkemih (anyang-anyangan).

Menurut Tiwi, pemakaian diapers dapat memicu terjadinya ISK, apabila bayi mempunyai faktor risiko. Faktor risiko tersebut misalnya, pada bayi yang sedang mengalami diare, sehingga mudah terpapar kuman (bakteri E. Coli) yang berasal dari kotoran lebih sering terpapar dengan uretra (saluran kemih yang terhubung dengan kandung kencing). Pada bayi perempuan dengan perlengketan di daerah vagina atau bayi laki-laki dengan kulup yang sempit (fimosis), juga punya risiko untuk mengalami ISK.

Tiwi menegaskan, diapers pada umumnya aman digunakan asalkan para orang tua rajin mengganti dan selalu menjaga kebersihan pada saat menggantinya.

"Sedapat mungkin daerah genitalnya dan sekitarnya dibersihkan dengan air bersih mengalir. Hati hati dalam pemilihan bahan untuk membersihkan kulit yang terpapar dengan diapers. Kulit biasanya jadi lebih sensitif dan gampang iritasi. Pilih bahan lembut untuk membersihkannya,” jelasnya.

Berikut ini adalah beberapa tips aman penggunaan diapers pada bayi, terutama saat Anda harus berpergian jauh (mudik), seperti yang dipaparkan oleh dr. Tiwi :

1. Ganti diapers sesering mungkin.

2. Bila mengganti diapers, bersihkan dengan kain yang lembut jangan digosok.

3. Saat mengganti, beri kesempatan kulit terpapar dengan udara untuk beberapa saat supaya tak terlalu lembab, sehingga jamur tidak tumbuh.

4. Hindari pemakaian celana plastik (sering kali di double mungkin maksudnya supaya tak rembes keluar kotorannya).

5. Boleh beri pelindung kulit yang mengandung zinc atau petroleum supaya kulit tidak kontak langsung dengan kotoran.

6. Memberi bayi atau anak cukup cairan selama mudik, untuk mencegah terjadinya infeksi salurah kemih.

7. Bila sudah terlihat kemerahan pada daerah diaper segera hentikan pemakaian diapers.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau