JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 15,5 juta orang diperkirakan akan melakukan tradisi mudik menjelang hari raya Idul Fitri 1432 Hijriah. Pada momen itulah, mobilitas barang dan manusia akan membuat kemacetan di sejumlah jalur mudik.
Wakil Korps Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal Didik Purnomo mengungkapkan kemacetan arus mudik dari tahun ke tahun selalu terjadi di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). "Pantura yang biasanya selalu padat," ujar Didik, Senin (23/8/2011), di Jakarta.
Ia mengatakan, kepadatan itu terjadi lantaran adanya banyak pasar tumpah seperti di Subang, Losari, dan Tegal Gubuk. Sementara di wilayah jalur Selatan, kemacetan kerap terjadi di tanjakan Nagrek.
Medan jalan yang mendaki dan berkelak-kelok membuat kendaraan yang melintas di jalur tersebut melaju pelan. Kemacetan juga bakal terjadi di Pelabuhan Bakaheuni, Merak, Banten. Penyebabnya karena jumlah kapal yang tidak cukup menampung kendaraan dan juga faktor alam ketika terjadi ombak besar.
"Ini tergantung faktor alam. Kalau ombaknya besar, kapal tidak bisa jalan. Harus menunggu sampai reda. Ini yang biasanya menyebabkan penumpukan," tutur Didik.
Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polisi, Inspektur Jenderal Djoko Susilo menuturkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas, kepolisian menyiapkan 5.119 pos pengamanan di seluruh Indonesia.
"Untuk pengamanan ini petugas juga menggunakan angkutan laut, heli, kendaraan patroli, roda dua," ucap Didik.
Selain itu, untuk menekan angka kecelakaan, polisi juga akan menyebarkan brosur dan peta mudik gratis. "Brosur akan dibagikan kepada para pemudik. Kami tekankan di situ jiwa anak lebih mahal daripada mudik sehingga rasa tanggung jawab pribadi," imbuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang