Waspadai Titik Kepadatan Jalur Mudik

Kompas.com - 22/08/2011, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 15,5 juta orang diperkirakan akan melakukan tradisi mudik menjelang hari raya Idul Fitri 1432 Hijriah. Pada momen itulah, mobilitas barang dan manusia akan membuat kemacetan di sejumlah jalur mudik.

Wakil Korps Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal Didik Purnomo mengungkapkan kemacetan arus mudik dari tahun ke tahun selalu terjadi di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). "Pantura yang biasanya selalu padat," ujar Didik, Senin (23/8/2011), di Jakarta.

Ia mengatakan, kepadatan itu terjadi lantaran adanya banyak pasar tumpah seperti di Subang, Losari, dan Tegal Gubuk. Sementara di wilayah jalur Selatan, kemacetan kerap terjadi di tanjakan Nagrek.

Medan jalan yang mendaki dan berkelak-kelok membuat kendaraan yang melintas di jalur tersebut melaju pelan. Kemacetan juga bakal terjadi di Pelabuhan Bakaheuni, Merak, Banten.  Penyebabnya karena jumlah kapal yang tidak cukup menampung kendaraan dan juga faktor alam ketika terjadi ombak besar.

"Ini tergantung faktor alam. Kalau ombaknya besar, kapal tidak bisa jalan. Harus menunggu sampai reda. Ini yang biasanya menyebabkan penumpukan," tutur Didik.

Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polisi, Inspektur Jenderal Djoko Susilo menuturkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas, kepolisian menyiapkan 5.119 pos pengamanan di seluruh Indonesia.

"Untuk pengamanan ini petugas juga menggunakan angkutan laut, heli, kendaraan patroli, roda dua," ucap Didik.

Selain itu, untuk menekan angka kecelakaan, polisi juga akan menyebarkan brosur dan peta mudik gratis. "Brosur akan dibagikan kepada para pemudik. Kami tekankan di situ jiwa anak lebih mahal daripada mudik sehingga rasa tanggung jawab pribadi," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau