Pimpinan KPK Jangan Lagi "One Man Show"

Kompas.com - 24/08/2011, 14:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harapan terhadap jajaran pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru makin besar. Sekjen PDI-P Tjahjo Kumolo berharap para pimpinan KPK terpilih ke depannya bisa kompak, tidak seperti suasana yang tertangkap publik di antara para pimpinan saat ini.

"Yang penting lima orang pimpinan KPK dapat bekerja sebagai teamwork yang solid untuk penguatan sistem. Jangan sampai ada kesan tidak kompak, one man show, jalan sendiri-sendiri sehingga proses penegakan hukum bisa berkeadilan. Tidak seperti sekarang memutuskan tersangka atau tidak dengan voting," ungkapnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/8/2011).

Tjahjo mengatakan, partai sendiri memandang pimpinan baru harus mampu menunjukkan penguatan sistem, pencegahan, dan soliditas KPK. Setiap pimpinan mengetahui dengan baik tugas dan gerakan pimpinan lainnya sehingga saling mengawasi.

Sementara itu, pada bagian lain, Tjahjo mengingatkan Komisi III DPR untuk tak terpengaruh dengan pemeringkatan daftar calon pimpinan KPK yang sudah diserahkan oleh Panitia Selesi Capim KPK. "Tentu ada pertimbangan politik idealnya, jadi harus memilih," tambahnya.

Contohnya, kata dia, termasuk komposisi unsur jaksa dan polisi. Tjahjo meminta agar publik tidak menilai bahwa jika ada calon dari unsur ini yang terpilih kemudian dipikir sebagai jatah perwakilan.

"Semua punya hak yang sama. Mungkin ada pertimbangan untuk ada yang menguasai penuntutan, penyidikan. Jadi bisa saja. Tapi di indonesia tidak ada yang mutlak," tandasnya.

Panitia seleksi KPK telah menyelesaikan tugasnya dengan memilih delapan nama calon pimpinan KPK. Kedelapan nama itu telah diserahkan kepada Presiden untuk segera disampaikan kepada DPR. Komisi III DPR akan menggelar fit and proper test untuk memilih empat nama yang akan mendampingi Busyro Muqoddas memimpin KPK.

Berikut delapan nama calon pimpinan KPK berdasarkan peringkat tim seleksi.

1. Bambang Widjojanto (Advokat)

2. Yunus Husein (Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan)

3. Abdulah Hehamahuwa (Penasihat KPK)

4. Handoyo Sudrajat (Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat  KPK)

5. Abraham Samad (Advokat)

6. Zulkarnaen (Koordinator Staf Ahli Kejaksaan Agung)

7. Adnan Pandu Praja (Anggota Komisi Kepolisian Nasional)

8. Aryanto Sutadi (Purnawirawan Polisi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau