JAKARTA, KOMPAS.com - Harapan terhadap jajaran pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru makin besar. Sekjen PDI-P Tjahjo Kumolo berharap para pimpinan KPK terpilih ke depannya bisa kompak, tidak seperti suasana yang tertangkap publik di antara para pimpinan saat ini.
"Yang penting lima orang pimpinan KPK dapat bekerja sebagai teamwork yang solid untuk penguatan sistem. Jangan sampai ada kesan tidak kompak, one man show, jalan sendiri-sendiri sehingga proses penegakan hukum bisa berkeadilan. Tidak seperti sekarang memutuskan tersangka atau tidak dengan voting," ungkapnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/8/2011).
Tjahjo mengatakan, partai sendiri memandang pimpinan baru harus mampu menunjukkan penguatan sistem, pencegahan, dan soliditas KPK. Setiap pimpinan mengetahui dengan baik tugas dan gerakan pimpinan lainnya sehingga saling mengawasi.
Sementara itu, pada bagian lain, Tjahjo mengingatkan Komisi III DPR untuk tak terpengaruh dengan pemeringkatan daftar calon pimpinan KPK yang sudah diserahkan oleh Panitia Selesi Capim KPK. "Tentu ada pertimbangan politik idealnya, jadi harus memilih," tambahnya.
Contohnya, kata dia, termasuk komposisi unsur jaksa dan polisi. Tjahjo meminta agar publik tidak menilai bahwa jika ada calon dari unsur ini yang terpilih kemudian dipikir sebagai jatah perwakilan.
"Semua punya hak yang sama. Mungkin ada pertimbangan untuk ada yang menguasai penuntutan, penyidikan. Jadi bisa saja. Tapi di indonesia tidak ada yang mutlak," tandasnya.
Panitia seleksi KPK telah menyelesaikan tugasnya dengan memilih delapan nama calon pimpinan KPK. Kedelapan nama itu telah diserahkan kepada Presiden untuk segera disampaikan kepada DPR. Komisi III DPR akan menggelar fit and proper test untuk memilih empat nama yang akan mendampingi Busyro Muqoddas memimpin KPK.
Berikut delapan nama calon pimpinan KPK berdasarkan peringkat tim seleksi.
1. Bambang Widjojanto (Advokat)
2. Yunus Husein (Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan)
3. Abdulah Hehamahuwa (Penasihat KPK)
4. Handoyo Sudrajat (Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK)
5. Abraham Samad (Advokat)
6. Zulkarnaen (Koordinator Staf Ahli Kejaksaan Agung)
7. Adnan Pandu Praja (Anggota Komisi Kepolisian Nasional)
8. Aryanto Sutadi (Purnawirawan Polisi)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang