Takbiran, Pakai Kentongan Saja

Kompas.com - 24/08/2011, 14:58 WIB

JAKARTA-KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau agar warga tidak melakukan konvoi keliling pada malam takbiran. Takbiran cukup dilakukan di lingkungan perumahan, pakai kentongan pun cukup.

Fauzi Bowo mengatakan, konvoi keliling yang dilakukan warga Jakarta dan sekitarnya kerap mengakibatkan kemacetan dan sangat rawan kecelakaan. Untuk itu, pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menjaga keamanan pada malam takbiran.

"Kami sudah sepakat dengan Polda Metro Jaya, sebaiknya hanya menggunakan pentungan (kentongan) di lingkungan. Itu paling baik dan aman. Kalau pakai kendaraan untuk konvoi, bisa saja ada aturan yang dilanggar karena banyak yang menggunakan mobil bak terbuka untuk perayaan," kata Fauzi Bowo saat melepas keberangkatan pemudik bersama di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2011).

Sebagaimana malam takbiran tahun lalu, Fauzi Bowo melarang warga melarang konvoi kendaraan di kawasan Monumen Nasional. Warga tetap diperbolehkan datang ke Monas dan tempat-tempat publik lainnya sebagai pusat kegiatan, tapi dengan batasan-batasan tertentu. "Kalau sekadar datang ke Monas, silakan. Tetapi jangan menggunakan cara-cara berisiko," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau