Israel Tewaskan 9 Warga Palestina

Kompas.com - 26/08/2011, 01:46 WIB

GAZA, KOMPAS.com - Serangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza dalam kurun waktu 24 jam menewaskan sembilan warga Palestina dan mencederai 30 orang, kata seorang juru bicara pelayanan darurat di wilayah kantung tersebut kepada AFP, Kamis (25/8/2011).

Menurut Adham Abu Selmiya, sembilan orang tewas dalam serangkaian serangan di Gaza yang berakhir menjelang fajar Kamis. Sedikitnya dua pejuang Jihad Islam termasuk diantara mereka yang tewas dalam serangan-serangan itu.

Serangan pertama Rabu (24/8/2011) menghantam sebuah kendaraan di kota Rafah, Gaza selatan, menewaskan Ismail al-Ismar, pejuang yang berusia 34 tahun. Petugas medis kemudian menemukan mayat Ismail Amum, seorang warga sipil berusia 65 tahun yang tewas dalam serangan sebelumnya di dekat Deir al-Balah, Gaza tengah.

Pada Rabu malam, serangan udara menghantam sebuah sasaran di Kota Gaza, menewaskan seorang pejuang lain Jihad Islam, Atiya Muqat (20). Satu serangan lagi di Rafah menewaskan Hisham Abu Har, seorang warga sipil yang bekerja di dalam terowongan penyelundup lintas-batas.

Kamis dinihari, serangan udara terhadap ruang olah-raga di kota Beit Lahiya, Gaza utara, menewaskan warga sipil Salam al-Masri dan mencederai 20 orang, seorang diantaranya dalam keadaan kritis.

Beberapa jam kemudian, Adnan al-Jakhbir, seorang warga sipil berusia 22 tahun yang cedera kritis di Beit Lahiya, tewas akibat luka-lukanya, kata dinas pelayanan ambulan kepada AFP.

Sepanjang sore, petugas medis mengambil tiga mayat dari puing-puing terowongan di Rafah, kata Abu Selmiya, dengan menyebut korban sebagai Imad Abu Harb (32) Rajaa al-Sabhani (19) dan Mohammed Tafesh. Tidak satu pun dari ketiga orang itu diyakini sebagai gerilyawan.

Juga dalam kurun waktu 24 jam, pejuang Gaza menembakkan 19 roket dan mortir ke Israel selatan, yang mencederai ringan seorang anak, kata militer.

Israel meluncurkan serangan-serangan setelah orang-orang bersenjata yang kata Israel datang dari Jalur Gaza dan menyeberang ke wilayahnya dekat kota pesisir Laut Merah Eilat melalui Semenanjung Sinai Mesir membunuh delapan orang dalam serangan-serangan di sebuah jalan gurun pada Kamis (18/8).

Lima personel keamanan Mesir dan tujuh orang bersenjata juga tewas dalam kekerasan pada hari itu.

Bulan lalu terjadi kenaikan dalam serangan roket dan proyektil lain yang ditembakkan dari Gaza ke Israel, mengakhiri bulan-bulan tenang setelah meletusnya kekerasan pada April ketika sebuah rudal anti-tank menghantam bis sekolah Israel, yang menewaskan seorang remaja.

Israel membalas serangan itu dengan gempuran udara yang menewaskan sedikitnya 19 orang Palestina dalam kekerasan mematikan sejak ofensif 22 hari di Gaza pada Desember 2008 hingga Januari 2009.

Israel meluncurkan perang 22 hari itu dengan dalih untuk menghentikan serangan-serangan roket dan mortir.

Jumlah serangan dari wilayah kantung Palestina itu mengalami penurunan dramatis sejak perang itu, meski sepanjang tahun 2010 hampir 200 roket ditembakkan ke Israel, kata militer. Jalur Gaza, kawasan pesisir yang padat penduduk, diblokade oleh Israel dan Mesir setelah Hamas berkuasa empat tahun lalu.

Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza dua tahun lalu dengan dalih untuk menghentikan penembakan roket yang hampir setiap hari ke wilayah negara Yahudi tersebut.

Perang di dan sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember 2008.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau