SURABAYA, KOMPAS.com -- Perusahaan Umum Bulog Divisi Regional Jawa Timur, kesulitan melaksanakan program pengadaan beras dari petani. Kendalanya kenaikan harga beras yang berlangsung sejak awal 2011.
Kendati demikian, kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jatim Murino Mudjono di Surabaya, Jumat (26/8/2011), hingga akhir tahun mampu membeli beras petani sebanyak 450.000 ton. Target pengadaan 2011 mencapai 1,1 juta ton, namun beragam faktor seperti anomali cuaca mengakibatkan target direvisi menjadi 650.000 ton.
Dengan target 650.000 ton, sepertinya juga sulit dipenuhi menyusul harga beras di pasar Jawa Timur terus melambung. Namun melihat beberapa daerah masih panen, seperti Bojonegoro, Tulungagung, Bondowoso, sampai Banyuwangi, target diperkirakan bisa terealisasi.
Sejak Januari hingga 24 Agustus, pengadaan beras sudah mencapai 350.000 ton. Volumenya memang kecil karena harga beras naik dan dipengaruhi permintaan pasar maupun ketersediaan yang minim. Pengadaan beras pada 2010 hanya 600.000 ton sedangkan tahun 2009 justru mencapai 1,1 juta ton.
Saat ini Bulog Jatim masih memiliki stok sebanyak 150.000 ton untuk mencukupi permintaan konsumen Jatim selama tiga bulan mendatang. Soal harga pembelian beras, secara nasional telah memberlakukan ketentuan terbaru per tanggal 3 Agustus 2011.
Kini, harga pembelian beras Bulog naik menjadi Rp 6.000 per kilogram dibandingkan sebelumnya Rp 5.060 per kilogram.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang