PT ASDP Dinilai Tak Perhatikan Keselamatan Penumpang

Kompas.com - 28/08/2011, 16:12 WIB

MAMUJU, KOMPAS.com — Manajemen PT Angkutan Sungai, Darat, dan Penyeberangan (ASDP) yang melayani rute penyeberangan dari Balikpapan, Kalimantan Timur, menuju Mamuju, Sulawesi Barat, dinilai tidak memperhatikan keselamatan pemudik.

"Manajemen PT ASDP sama sekali tidak memedulikan keselamatan penumpang karena feri miliknya di rute Balikpapan-Mamuju memuat penumpang melebihi kapasitas kapal," kata Abu Darda, penumpang rute Balikpapan-Mamuju, Minggu (28/8/2011).

Ia mengatakan, feri yang ia tumpangi mengangkut penumpang melebihi kapasitas hingga mencapai ribuan orang.

"Kami di atas kapal menderita karena kapal yang kami tumpangi menuju Mamuju sangat sesak dengan penumpang yang begitu banyak, mencapai 3.000 orang," katanya.

Ia mengaku, di atas kapal, dirinya tidak mendapatkan tempat duduk yang layak karena semua sudah terisi penumpang. Bahkan, banyak penumpang yang duduk di lantai karena padatnya penumpang di atas kapal.

"Banyak penumpang yang tidak dapat kursi, bahkan duduk di lantai pun sulit karena hampir semua tempat di atas kapal dipadati penumpang yang mudik Lebaran," ucapnya.

Oleh karena itu, ia menilai PT ASDP yang melayani angkutan dari Balikpapan menuju Mamuju tidak memperhatikan keselamatan karena jumlah penumpang yang melebihi kapasitas kapal itu.

"Seharusnya penumpang yang diangkut hanya sekitar 500 orang agar penumpang merasa nyaman di atas kapal melakukan perjalanan mudik Lebaran, tidak seperti kondisi sekarang penumpang berjubel dan khawatir akan keselamatannya," katanya.

Ia mengatakan, pada Lebaran lalu, PT ASDP memberikan kebijakan hanya akan mengangkut penumpang di atas feri maksimal 500 orang. Namun, kini manajemen tidak memberlakukan itu dan berani mengangkut penumpang melebihi kapasitas kapal.

"Mestinya PT ASDP memperhatikan keselamatan penumpang dengan menambah armada kapalnya untuk mengatasi arus mudik dan tidak memaksakan mengangkut penumpang melebihi kapasitas seperti sekarang demi keselamatan penumpang," ujarnya.

Hal senada dikatakan Udin, penumpang lain. Ia mengatakan, PT ASDP hanya menyediakan satu feri untuk melayani rute perjalanan mudik Lebaran dari Balikpapan menuju Mamuju atau sebaliknya. Hal ini berdampak pada kenyamanan para pemudik yang diangkutnya.

"Mau tidak mau kami harus naik kapal meski kondisinya mengkhawatirkan karena penumpangnya padat seperti di kapal ini, daripada tidak bisa mudik Lebaran sama sekali. Hal ini karena setiap hari PT ASDP hanya menyediakan satu kapal untuk melayani penumpang Balikpapan-Mamuju atau sebaliknya," ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta PT ASDP menambah jumlah kapalnya agar penumpang tidak lagi membeludak, yang dapat mengancam keselamatan pemudik.

"Penumpang akan semakin membeludak pada H-1 dan H-2 untuk mudik Lebaran. Hendaknya itu diantisipasi dengan menambah feri agar keselamatan penumpang terjamin," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau