Jebolnya Pintu Air Baru Bisa Diatasi dalam 10 Jam

Kompas.com - 01/09/2011, 09:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jebolnya pintu air Buaran di depan Pondok Kelapa Indah, Durensawit, Jakarta Timur, Kamis (1/9/2011), diharapkan dapat diatasi secara sementara dalam tempo 8-10 jam ke depan.

Corporate Secretary PT Aetra Air Jakarta, Yosua L Tobing menjelaskan pihaknya bersama pengelola air bersih lainnya, Palyja, dan Perum Jasa Tirta telah menurunkan puluhan tenaga untuk memperbaiki secara darurat pintu air Buaran yang runtuh dengan diantaranya menggunakan karung berisi pasir.

"Dengan upaya ini, kami harapkan elevasi Kalimalang naik karena ini instalasi penting pasokan air bersih Jakarta selain di Pulogadung," kata Yosua L Tobing saat mencoba menerangkan lewat hubungan telpon dengan Kompas.com mengenai tujuan perbaikan darurat pintu air Buaran.

"Terjadi sekitar 20 hingga 25 persen penurunan produksi AETRA," kata Yosua L Tobing saat menerangkan dampak jebolnya pintu air seraya menghimbau pelanggan agar mengantisipasi pemakaian air akibat terganggunya produksi.

"Saya belum tahu pasti wilayah mana saja yang terkena dampak terparah dari wilayah servis AETRA tapi yang pasti dampak terbesar dialami wilayah Palyja," tambah Yosua L Tobing yang sedang meninjau langsung lokasi jebolnya pintu air.

Hal ini disampaikan Yosua L Tobing mengingat pasokan bahan baku air bersih dari Kalimalang menuju wilayah pelayanan Palyja di Pejompongan terhenti dengan jebolnya pintu air Buaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau