Libur lebaran

Jumlah Pengunjung Ancol Naik 200 Persen

Kompas.com - 01/09/2011, 15:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Memasuki libur Lebaran, sejumlah warga mulai memadati tempat rekreasi, salah satunya Taman Impian Jaya Ancol. Hingga pukul 12.00, jumlah pengunjung Ancol mencapai 67.431 orang atau meningkat sekitar 200 persen dibandingkan pada libur akhir pekan biasanya.

Hal ini disampaikan Corporate Plan Manager Ancol Metty Yan Harahap, Kamis (1/9/2011), saat dihubungi wartawan. "Jumlahnya meningkat 200 persen dibandingkan hari biasanya. Hari biasanya dalam seminggu saja 35.000-45.000 orang. Sekarang baru setengah hari sudah 67.431 orang," tutur Metty.

Menurutnya, kenaikan tajam jumlah pengunjung itu terjadi lantaran libur Lebaran kali ini lebih lama. "Karena Lebaran kan baru kemarin dan masuk baru Senin, jadi orang-orang masih punya waktu libur lebih panjang," ucap Metty.

Faktor lain yang menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke Ancol, lanjutnya, adalah hadirnya wahana baru "Fantastique" di kawasan Ecopark. Metty mengatakan, Fantastique merupakan sebuah multimedia show yang menggabungkan teknologi aquascan, water fountain, 3D mapping, laser show, dan animasi.

"Untuk liburan kali ini, kami menampilkan cerita rakyat Timun Mas. Kami optimistis, wahana baru ini bisa menarik pengunjung lebih banyak lagi," ungkap Metty.

Ia memprediksi jumlah pengunjung yang datang ke Ancol akan semakin bertambah hingga malam hari dan mencapai 100.000 orang. "Jumlah ini lebih besar dari hari kemarin yang sampai sore saja 67.000 orang. Jadi, kami yakin angka 100.000 pengunjung hari ini tercapai," tandasnya.

Arus lalu lintas lancar

Sementara itu, berdasarkan pengamatan di pos Traffic Management Center Polda Metro Jaya, tidak tampak antrean panjang di pintu utama masuk Ancol. Jalan RE Martadinata dan Jalan Gunung Sahari juga tampak lengang.

"Belum ada ekor kemacetan sampai sejauh ini. Masih normal," ungkap Kasubag Tekinfo Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Purwono Takasihaeng.

Seusai memantau arus lalu lintas dari udara, Komisaris Purwono menuturkan bahwa kepadatan kendaraan bermotor di dalam kawasan Ancol pun tidak terlihat. "Hanya memang banyak manusianya. Banyak yang berenang di pantai. Namun, kepadatan antrean kendaraan di dalam ataupun di luar Ancol tidak ada," pungkas Komisaris Purwono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau