JAKARTA, KOMPAS.com — Memasuki libur Lebaran, sejumlah warga mulai memadati tempat rekreasi, salah satunya Taman Impian Jaya Ancol. Hingga pukul 12.00, jumlah pengunjung Ancol mencapai 67.431 orang atau meningkat sekitar 200 persen dibandingkan pada libur akhir pekan biasanya.
Hal ini disampaikan Corporate Plan Manager Ancol Metty Yan Harahap, Kamis (1/9/2011), saat dihubungi wartawan. "Jumlahnya meningkat 200 persen dibandingkan hari biasanya. Hari biasanya dalam seminggu saja 35.000-45.000 orang. Sekarang baru setengah hari sudah 67.431 orang," tutur Metty.
Menurutnya, kenaikan tajam jumlah pengunjung itu terjadi lantaran libur Lebaran kali ini lebih lama. "Karena Lebaran kan baru kemarin dan masuk baru Senin, jadi orang-orang masih punya waktu libur lebih panjang," ucap Metty.
Faktor lain yang menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke Ancol, lanjutnya, adalah hadirnya wahana baru "Fantastique" di kawasan Ecopark. Metty mengatakan, Fantastique merupakan sebuah multimedia show yang menggabungkan teknologi aquascan, water fountain, 3D mapping, laser show, dan animasi.
"Untuk liburan kali ini, kami menampilkan cerita rakyat Timun Mas. Kami optimistis, wahana baru ini bisa menarik pengunjung lebih banyak lagi," ungkap Metty.
Ia memprediksi jumlah pengunjung yang datang ke Ancol akan semakin bertambah hingga malam hari dan mencapai 100.000 orang. "Jumlah ini lebih besar dari hari kemarin yang sampai sore saja 67.000 orang. Jadi, kami yakin angka 100.000 pengunjung hari ini tercapai," tandasnya.
Arus lalu lintas lancar
Sementara itu, berdasarkan pengamatan di pos Traffic Management Center Polda Metro Jaya, tidak tampak antrean panjang di pintu utama masuk Ancol. Jalan RE Martadinata dan Jalan Gunung Sahari juga tampak lengang.
"Belum ada ekor kemacetan sampai sejauh ini. Masih normal," ungkap Kasubag Tekinfo Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Purwono Takasihaeng.
Seusai memantau arus lalu lintas dari udara, Komisaris Purwono menuturkan bahwa kepadatan kendaraan bermotor di dalam kawasan Ancol pun tidak terlihat. "Hanya memang banyak manusianya. Banyak yang berenang di pantai. Namun, kepadatan antrean kendaraan di dalam ataupun di luar Ancol tidak ada," pungkas Komisaris Purwono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang