MG RETNO SETYOWATI
Jakarta lengang. Jalan-jalan protokol yang biasanya tersendat dan padat oleh deretan mobil kini sepi. Kawasan perumahan dan permukiman pun sepi. Ibu Kota sejenak jauh dari keramaian ditinggal warganya yang mudik ke kampung halaman.
Diperkirakan, sedikitnya
Kekhawatiran itu tecermin dari hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas melalui telepon terhadap 182 warga Jakarta yang akan melakukan perjalanan mudik. Walaupun sebagian besar responden percaya dan merasa lingkungan rumah mereka aman dari tindak kejahatan, terdapat lebih dari separuh (68,7 persen) responden yang mengaku khawatir meninggalkan rumah dan barang-barang berharga miliknya. Umumnya, mereka meninggalkan rumah untuk mudik selama dua sampai tujuh hari.
Menurut laporan Kepolisian Daerah Metro Jaya, angka kriminalitas di Jakarta selama dua bulan terakhir menurun cukup signifikan. Namun, menjelang Lebaran, angka kriminalitas
Hasil evaluasi ini bertolak belakang dengan kondisi tahun 2010, di mana tingkat kejahatan selama masa Lebaran turun sekitar 20 persen. Jenis kejahatan yang menurun tahun 2010 adalah kejahatan yang selama ini menonjol, yaitu pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, dan penganiayaan berat. Operasi Ketupat yang digelar setiap masa Lebaran cukup menekan laju tindak kriminal di Ibu Kota tahun lalu.
Saat ini pun Polda Metro Jaya kembali menggelar Operasi Ketupat Jaya. Operasi yang digelar mulai 23 Agustus hingga
Agar situasi terpantau dan keamanan terjaga, setiap kepala kepolisian resor di wilayah kerja masing-masing juga memperketat dan meningkatkan pengamanan, termasuk di kawasan perumahan dan permukiman penduduk. Selama masa mudik ini, polisi meningkatkan pengamanan rumah kosong. Unit patroli ditingkatkan dan mengintensifkan kegiatan sambang ke tempat-tempat yang dianggap rawan. Permukiman padat yang tidak ada petugas keamanan merupakan wilayah rawan disatroni penjahat.
Kendati pada masa Lebaran ini aparat keamanan berupaya meningkatkan keamanan dengan menambah personel
Warga yang mudik juga dapat melakukan pengamanan sendiri terhadap rumah dan barang-barang berharga miliknya. Demikian pula yang terekam dari survei yang dilakukan jelang
Mayoritas responden sadar untuk melakukan pengamanan mandiri, antara lain dengan menitipkan rumah kepada tetangga terdekat untuk mengawasi (46,2 persen), mengintensifkan kerja satpam atau hansip di lingkungan tempat tinggal (19,8 persen), dan lapor ke ketua RT (6,6 persen). Ada pula responden yang menyewa petugas keamanan khusus, menitipkan barang-barang bernilai ke kantor polisi atau pegadaian, dan menitipkan rumah kepada saudara terdekat.
Meski selama ini sistem keamanan di lingkungan tempat tinggal diakui sebagian besar responden (87,9 persen) sudah baik, pengamanan mandiri
Antisipasi bahaya kebakaran juga menjadi perhatian warga sebelum meninggalkan rumah. Walaupun sebagian besar (73,9 persen) responden merasa rumahnya aman dari bahaya kebakaran, mereka tetap meningkatkan kewaspadaan. Caranya antara lain dengan mengecek instalasi listrik untuk memastikan dalam kondisi baik, mematikan sambungan listrik
Mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling, dan bekerja sama di antara warga di perumahan atau permukiman akan cukup efektif mengamankan lingkungan.
Warga yang tidak mudik dapat pula membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan di permukiman masing-masing. Memberi rasa aman dan tenteram bagi warga yang mudik juga merupakan ibadah yang mulia.