Motogp

Cara Berkendara Stoner Jauh Lebih Baik

Kompas.com - 02/09/2011, 11:49 WIB

SAN MARINO, KOMPAS.com - Cara berkendara pebalap tim Repsol Honda Casey Stoner saat ini jauh lebih baik dibandingkan saat dia menjadi juara dunia MotoGP tahun 2007. Selama empat tahun terakhir, ketrampilan Stoner  terus berkembang dan menjadi pebalap muda yang hebat.                

"Pada tahun 2007, banyak orang mengatakan, dia menang karena memiliki ban Bridgestones dan sepeda motor Ducati yang sangat cepat di lintasan lurus. Kini, dengan penggunaan ban yang diatur dan semua pebalap dengan motor yang hampir sama, dia tetap menang. Dia yang membuat perbedaan dan dia melakukan sesuatu yang luar biasa," kata Livio Suppo, Kepala Marketing Honda, Kamis (1/9/2011) di San Marino.                

Livio Suppo adalah aktor intelektual proyek MotoGP Ducati yang merekrut Stoner di tahun 2007. Suppo juga yang berperan membawa Stoner pindah ke tim Honda di musim ini.                

Suppo menilai Stoner  adalah pebalap yang mudah menemukan keseimbangan dengan baik. Bersama tim Repsol Honda, Stoner juga dapat mengatasi semua kesulitan dengan lebih baik.                

"Kekuatannya berasal dari semangat berkompetisi. Itu sebabnya dia butuh orang yang tepat di sisinya. Timnya mampu mengaturnya dengan sempurna," kata Suppo.                

Akhir pekan ini, Stoner akan menghadapi perlombaan di San Marino Grand Prix. Jika dia menang lagi, gelar juara musim ini akan semakin dekat padanya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau