SAN MARINO, KOMPAS.com - Cara berkendara pebalap tim Repsol Honda Casey Stoner saat ini jauh lebih baik dibandingkan saat dia menjadi juara dunia MotoGP tahun 2007. Selama empat tahun terakhir, ketrampilan Stoner terus berkembang dan menjadi pebalap muda yang hebat.
"Pada tahun 2007, banyak orang mengatakan, dia menang karena memiliki ban Bridgestones dan sepeda motor Ducati yang sangat cepat di lintasan lurus. Kini, dengan penggunaan ban yang diatur dan semua pebalap dengan motor yang hampir sama, dia tetap menang. Dia yang membuat perbedaan dan dia melakukan sesuatu yang luar biasa," kata Livio Suppo, Kepala Marketing Honda, Kamis (1/9/2011) di San Marino.
Livio Suppo adalah aktor intelektual proyek MotoGP Ducati yang merekrut Stoner di tahun 2007. Suppo juga yang berperan membawa Stoner pindah ke tim Honda di musim ini.
Suppo menilai Stoner adalah pebalap yang mudah menemukan keseimbangan dengan baik. Bersama tim Repsol Honda, Stoner juga dapat mengatasi semua kesulitan dengan lebih baik.
"Kekuatannya berasal dari semangat berkompetisi. Itu sebabnya dia butuh orang yang tepat di sisinya. Timnya mampu mengaturnya dengan sempurna," kata Suppo.
Akhir pekan ini, Stoner akan menghadapi perlombaan di San Marino Grand Prix. Jika dia menang lagi, gelar juara musim ini akan semakin dekat padanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang