Arus balik

Warga Nagreg Merasa Dikibuli

Kompas.com - 03/09/2011, 20:13 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com- Amuk warga Nagreg yang terjadi pada sekitar pukul 18.30 sampai 19.00 tadi dipicu oleh omset pedagang makanan yang merosot akibat jalur lama diberlakukan satu arah. Pemerintah melalui kepolisian sebelumnya sudah menjanjikan akan membuka arus dari timur sehingga jalur itu menjadi dua arah.

Pada siang harinya, ratusan pedagang ubi cilembu dan makanan ringan di sepanjang Jalan Raya Nagreg sebenarnya sudah berunjuk rasa ke Pos Pengamatan Nagreg, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung. Mereka akhirnya dijanjikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Brigjen (Pol) Yovianes Mahar, bahwa jalur lama akan dibuka juga dari timur. Ujuk rasa itu berakhir damai.

Kepala Kepolisian Resor Bandung Ajun Komisaris Besar Sony Sonjaya kemudian memerintahkan dibukanya jalur lama untuk arus balik pada pukul 14.00. Setelah dibuka, satu dua kendaraan mulai datang dari timur melintasi warung mereka. Beberapa pemudik balik pun mampir ke warung dan berbelanja.

Namun, rupanya hal tersebut tidak berlansung lama. Pembeli yang diharapkan tak kunjung bertambah. Menurut Pipin Suhendar, sesepuh pedagang setempat, sejumlah pemuda berinisiatif memeriksa keadaan di pertigaan Cikaledong, tempat pemisahan jalur lama dan jalur baru.

"Dari sana, mereka mendapati bahwa kendaraan yang diizinkan melintas jalur lama sangat dibatasi. Ini membuat mereka kecewa, sehingga terjadilah aksi amuk ini," kata Pipin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau